0%
logo header
Rabu, 21 Desember 2022 01:57

Danny Pomanto Kumpulkan Tokoh Agama Lewat Forum Sipakainge, Cari Solusi Masalah Sosial di Makassar

Danny Pomanto Kumpulkan Tokoh Agama Lewat Forum Sipakainge, Cari Solusi Masalah Sosial di Makassar

Danny Pomanto mengatakan Forum Sipakainge digagas untuk kita bisa saling mengingatkan, saling menghargai, dan mencari solusi terhadap masalah-masalah bersama di Kota Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terus membuktikan daerah yang dipimpinnya merupakan kota paling toleran.

banner pdam

Lewat Forum Sipakainge, Danny Pomanto mengumpulkan tokoh-tokoh umat beragama. Mulai dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Forum yang berlangsung di Hotel Four Poin by Sheraton itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi dan seluruh jajaran OPD lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Selasa (20/12) malam.

Baca Juga : Anggaran Pengadaan Randis Dialihkan, Fokus Program Strategis

Danny Pomanto mengatakan Forum Sipakainge digagas untuk kita bisa saling mengingatkan, saling menghargai, dan mencari solusi terhadap masalah-masalah bersama di Kota Makassar.

“Kita boleh berbeda keyakinan, kit boleh berbeda mashab, tapi dalam hal masalah sosial harus kita satu,” kata Danny Pomanto.

Dalam forum tersebut, Danny Pomanto juga memberikan kesempatan kepada perwakilan masing-masing agama untuk memberikan masukan untuk Kota Makassar yang lebih baik ke depannya.

Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Pemkot Makassar Dorong Konsistensi Kinerja OPD

Selain forum ini mendapat respon positif dari para tokoh umat beragama, ia juga menampung banyak masukan. Salah satunya pelibatan masing-masing agama terhadap program pemerintah kota harus detail.

“Forum ini alhamdulillaj mendapat sambutan luar biasa dari semua agama. Mereka mau semua detail, Ia minta bukan cuma konsep agama karen di dalamnya itu ada ormas dan mashab,” tuturnya.

Masukan lain, lanjut Danny adalah terkait pendidikan pada anak. Intinya, guru agama di sekolah harus lebih diperkuat.

Baca Juga : Lewat Syawalan, Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Perkuat Sinergi Bangun Kota

“Ada juga masukan agar anak-anak itu dididik masalah perbedaan. Jadi di samping agamanya, ada juga agama lain,” ucapnya.

Bentuk toleransi itu akan diwujudkan dengan memasang ornamen pada saat perayaan hari ibadah masing-masing di Anjungan Pantai Losari.

“Itu masukan lewat WA, jadi misalnya Natal ada pohon natal di sana, kalau lebaran ada bedug, dan begitu juga kalau hari raya waisak. Jadi ada sebuah plaza pemersatu,” tutupnya.

Baca Juga : Tak Kenal WFH, Wali Kota Makassar Tancap Gas Benahi Krisis Sampah dari Hulu ke Hilir

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Makassar Syafruddin menyampaikan forum itu turut dirangkaikan dengan pemberian dana hibah ke lembaga keagamaa.

Kaya dia, untuk tahun ini Bagian Kesra Makassar telah mengeluarkan dana Rp40 miliar. Rinciannya, Rp30 miliar untuk bantuan hibah dan kurang lebih Rp10 miliar insentif pekerja di rumah ibadah.