MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terus membuktikan daerah yang dipimpinnya merupakan kota paling toleran.

Lewat Forum Sipakainge, Danny Pomanto mengumpulkan tokoh-tokoh umat beragama. Mulai dari Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Forum yang berlangsung di Hotel Four Poin by Sheraton itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi dan seluruh jajaran OPD lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Selasa (20/12) malam.
Baca Juga : Kenakan Passapu Khas Bugis-Makassar, Munafri Hadiri HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin
Danny Pomanto mengatakan Forum Sipakainge digagas untuk kita bisa saling mengingatkan, saling menghargai, dan mencari solusi terhadap masalah-masalah bersama di Kota Makassar.
“Kita boleh berbeda keyakinan, kit boleh berbeda mashab, tapi dalam hal masalah sosial harus kita satu,” kata Danny Pomanto.
Dalam forum tersebut, Danny Pomanto juga memberikan kesempatan kepada perwakilan masing-masing agama untuk memberikan masukan untuk Kota Makassar yang lebih baik ke depannya.
Baca Juga : MIWF 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Makassar Perkuat Dukungan Ruang Budaya
Selain forum ini mendapat respon positif dari para tokoh umat beragama, ia juga menampung banyak masukan. Salah satunya pelibatan masing-masing agama terhadap program pemerintah kota harus detail.
“Forum ini alhamdulillaj mendapat sambutan luar biasa dari semua agama. Mereka mau semua detail, Ia minta bukan cuma konsep agama karen di dalamnya itu ada ormas dan mashab,” tuturnya.
Masukan lain, lanjut Danny adalah terkait pendidikan pada anak. Intinya, guru agama di sekolah harus lebih diperkuat.
Baca Juga : Pemkot Makassar Seleksi Imam Kelurahan, Fokus pada Kualitas dan Peran Sosial
“Ada juga masukan agar anak-anak itu dididik masalah perbedaan. Jadi di samping agamanya, ada juga agama lain,” ucapnya.
Bentuk toleransi itu akan diwujudkan dengan memasang ornamen pada saat perayaan hari ibadah masing-masing di Anjungan Pantai Losari.
“Itu masukan lewat WA, jadi misalnya Natal ada pohon natal di sana, kalau lebaran ada bedug, dan begitu juga kalau hari raya waisak. Jadi ada sebuah plaza pemersatu,” tutupnya.
Baca Juga : Kemensos Lirik Makassar Jadi Percontohan Nasional Penanganan Sosial
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Makassar Syafruddin menyampaikan forum itu turut dirangkaikan dengan pemberian dana hibah ke lembaga keagamaa.
Kaya dia, untuk tahun ini Bagian Kesra Makassar telah mengeluarkan dana Rp40 miliar. Rinciannya, Rp30 miliar untuk bantuan hibah dan kurang lebih Rp10 miliar insentif pekerja di rumah ibadah.

