MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar.

Hal itu disampaikan Munafri Arifuddin saat menghadiri pengukuhan pengurus Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulawesi Selatan di Makassar, di Aula Keuskupan Agung, Jumat (31/7).
Munafri menyampaikan apresiasi atas terbentuknya FKLA Sulsel yang dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Baca Juga : Munafri Dorong RT/RW Bangun Siklus Integrasi Sampah, Urban Farming, dan Ekonomi Warga
Ia meminta forum tersebut tidak boleh hanya bergerak ketika terjadi bencana, tetapi harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk saling bertemu dan merawat keberagaman yang telah kita bangun selama ini. Kota ini tidak menyediakan tempat untuk satu agama saja, tetapi menyediakan seluruh sudut kotanya untuk keberagaman seluruh masyarakat bisa hidup dan tumbuh bersama-sama,” ujarnya.
Ia menyebut, perjalanan Kota Makassar sebagai kota metropolitan tidak terlepas dari berbagai dinamika sosial.
Baca Juga : Pasca Kebakaran Besar di Tallo, Munafri Imbau Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau
Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan yang harus dirawat bersama.
Ia menyampaikan penghargaan Harmony Award yang diterima Kota Makassar pada 2024 merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kerja bersama dalam menjaga kerukunan.
Ia pun menilai kehadiran FKLA dapat memperluas semangat kemanusiaan tanpa sekat agama maupun kelompok.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Tinjau Lokasi Kebakaran di Tallo, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Munafri mencontohkan, dalam situasi bencana, bantuan kepada masyarakat tidak pernah dibatasi oleh latar belakang agama.
“Saya pemeluk agama Islam. Saya tidak akan membantu hanya kepada saudara-saudara muslim yang membutuhkan bantuan saya. Ada juga saudara-saudara lain dari agama lain yang bisa menerima apa yang bisa saya bantu. Demikian pula sebaliknya,” tegasnya.
Ia pun menggaris bawahi, kerukunan bukan hanya persoalan kehidupan sosial, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan pembangunan kota.
Baca Juga : Pantau MPLS 2026, Wali Kota Appi Pastikan Hari Pertama Sekolah di Makassar Berjalan Lancar
Stabilitas sosial dan keamanan, kata dia, menjadi salah satu faktor penting yang membuat masyarakat nyaman dan investor tertarik datang ke Makassar.
Kehadiran investasi kemudian akan mendorong perputaran ekonomi dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau setiap hari ada konflik horizontal, konflik keagamaan, orang tidak akan mau datang. Maka dari itu, baseline, dasar dari segalanya adalah kerukunan antarumat beragama yang harus kita jaga dengan baik,” jelasnya.
Baca Juga : Pantau MPLS 2026, Wali Kota Appi Pastikan Hari Pertama Sekolah di Makassar Berjalan Lancar
Munafri berharap kepengurusan FKLA yang telah dikukuhkan dapat segera diterjemahkan menjadi aksi nyata.
Ia mengingatkan masih banyak persoalan sosial di Kota Makassar yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam memastikan akses pendidikan bagi anak-anak.
Untuk itu, ia mengajak sekolah-sekolah swasta milik berbagai kelompok dan organisasi keagamaan untuk ikut membantu menampung peserta didik yang belum tertampung di sekolah negeri, dengan proses pembelajarannya mendapat dukungan Pemkot Makassar melalui APBD.
Baca Juga : Pantau MPLS 2026, Wali Kota Appi Pastikan Hari Pertama Sekolah di Makassar Berjalan Lancar
Selain pendidikan, Munafri juga mengajak para tokoh lintas agama menjadi bagian penting dalam menyukseskan program pengelolaan sampah di Kota Makassar.
Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis untuk menyampaikan pesan perubahan kepada masyarakat.
Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, organisasi lintas agama dan komunitas kemanusiaan terus diperkuat untuk menghadirkan kota yang aman, inklusif dan harmonis. (*)

