0%
logo header

Jumat, 04 Maret 2022 14:30

Baruga Restorative Justice Diharap Mampu Tuntaskan Konflik Masyarakat

Deklarasi Pencanangan Baruga Adhyaksa Restorative Justice House Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, di Taman Pramuka, Jumat (4/3)
Deklarasi Pencanangan Baruga Adhyaksa Restorative Justice House Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, di Taman Pramuka, Jumat (4/3)

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memerintahkan para camat untuk mencari potensi konflik keluarga di wilayahnya masing-masing.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memerintahkan para camat untuk mencari potensi konflik di wilayahnya masing-masing. Khususnya konflik keluarga.

Hal itu dia sampaikan saat menghadiri Deklarasi Pencanangan Baruga Adhyaksa Restorative Justice House Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, di Taman Pramuka, Jumat (4/3).

Danny mengatakan persoalan-persoalan yang muncul di tengah masyarakat tidak mesti selalu berujung di pengadilan. Sehingga keberadaan baruga ini penting untuk menyelesaikan konflik di masyarakat.

Baca Juga : Selesaikan Polemik Antar Warga Tanpa Pengadilan, Camat Rappocini Ikuti Sosialisasi Restorative Justice

“Sekarang tugas camat tidak hanya menjadi penjaga gawang, tapi juga mencari potensi-potensi konflik keluarga. Kemudian bekerjasama dengan pihak baruga, sudah ada lembaganya,” kata Danny.

Menurut Danny, penyelesaian masalah melalui restorative justice jauh lebih baik. Sebab semua masalah bisa dibicarakan dengan cara kekeluargaan. Potensi adanya dendam di kemudian hari bisa diminimalisir.

“Jadi pihak restorative justice (lembaga) bisa diundang untuk menyelesaikan konflik dengan baik-baik, lebih adaptor dan lebih komunikatif. Biasanya kalau hal-hal seperti itu bisa lebih tuntas,” ujar dia.

Baca Juga : Pemkot Bakal Bangun Baruga Restorative Justice di 15 Kecamatan

Danny menegaskan bahwa lembaga restorative justice di baruga ini sudah memiliki legalitas karena atas inisiasi Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dia berharap bukan hanya persoalan kecil yang bisa diselesaikan melalui cara ini, tapi juga masalah-masalah besar.

“Di tempat inilah Insya Allah persoalan besar juga bisa selesai. Saya perintahkan camat agar ini dihidupkan, karena persoalan mencakup semua umur. Mulai dari KDRT, perlindungan anak dan perempuan,” ungkap dia.