0%
logo header
Rabu, 12 Oktober 2022 13:25

Balitbangda Teliti Sistem Drainase, Temukan Daerah Rawan Banjir di Makassar

Balitbangda Teliti Sistem Drainase, Temukan Daerah Rawan Banjir di Makassar

Proses diseminasi dilakukan Balitbangda Kota Makassar demi mendapatkan cara mitigasi banjir yang tepat.

MAKASSAR, KATABERITA.CO- Revitalisasi sistem drainase menjadi bahan penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar.

banner pdam

Diseminasi hasil digelar di hotel Arthama, Rabu (12/10). Penelitian ini dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo, tepatnya mulai dari kolam regulasi Nipa-nipa hingga ke muara.

Peneliti, Mukhsan Putra Hatra mengatakan, penelitian ini menggunakan daya curah hujan yang berpengaruh pada daerah tersebut. Yakni Stasiun Senre dan Tamangapa Kassi mulai tahun 1995 sampai 2019.

Baca Juga : Perkuat Mitigasi, Pemkot Makassar Bentuk Kampung Siaga Bencana di Tamalanrea

“Dari hasil itu didapat hidrograf banjir sub DAS Mangalarang dengan metode Nakayasu,” ucapnya di Hotel Arthama, Rabu (12/10).

Dari hasil pemetaan daerah rawan banjir Makassar, luas daerah yang terdampak banjir berdasarkan kecamatan yakni Kecamatan Manggala 6,48 km2.

Kecamatan Rappocini 0,31 km2, Panakkukang 4,24 km2, Tallo 3,37 km2, Tamalanrea 11,59 km2, Biringkanaya 0,01 km2.

Baca Juga : FPTI Makassar Gelar Buka Puasa: Dorong Soliditas Pengurus untuk Tingkatkan Prestasi Atlet

“Sehingga total luas daerah terdampak banjir sebanyak 26 km2,” ungkapnya. Melihat hal tersebut diperlukan revitalisasi sungai Tallo dengan kolam retensi.

Dengan adanya kolam retensi, diharapkan bisa memperlambat pertemuan antara air pasang dengan debit banjir dari hulu.

Sehingga daerah terdampak banjir mengalami perubahan, dimana Kecamatan Manggala sisa 4,94 km2.

Baca Juga : Pemkot Makassar Gandeng Kejari Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Munafri: Maksimalkan Potensi Pendapatan Daerah

Kecamatan Rappocini 0,05 km2, Panakkukang 0,61 km2, Tallo 0,92 km2, Tamalanrea 1,77 m2, Biringkanaya 0,01 km2.

“Sehingga total luas daerah terdampak banjir sisa 8,30 km2 dari 26 km2 sebelum adanya kolam retensi,” paparnya.

Kesimpulan dari penelitian ini ialah debit banjir hulu yang masuk ke dalam Sungai Tallo dibagi menjadi 2 sub DAS, sub DAS Tallo hulu dan sub DAS Mangalarang.

Baca Juga : Tingkatkan Kesejahteraan Guru Mengaji, Pemkot Makassar Siapkan Skema JHT

Debit banjir masing-masing sebesar Q50=523,76 m³/det dan Q50= 886,82 m³/det.

Adapun solusi untuk mengatasi banjir sungai Tallo dengan sistem drainase berwawasan lingkungan yaitu dengan rencana pembangunan kolam retensi hilir.

Dengan volume tampungan total normal sebesar 2,48 juta m³ dan tampungan maksimum sebesar 5,31 juta m³. Dapat direduksi sekitar 17,7 km² luas daerah terdampak banjir.

Baca Juga : Tingkatkan Kesejahteraan Guru Mengaji, Pemkot Makassar Siapkan Skema JHT

Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie mengutarakan, lewat hasil penelitian ini Pemkot Makassar bisa lebih mudah dalam melakukan mitigasi.

“Terutama dalam hal perbaikan drainase dan jaringan air lainnya,” katanya. Serta rancangan untuk revitalisasi kanal sudah bisa lebih nampak. (*)