0%
logo header
Senin, 24 Januari 2022 12:55

Andi Bukti Djufrie Target Balitbangda Makassar Tipe A

Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie membuka kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian, di Hotel Karebosi Premier, Selasa (24/8)
Kepala Balitbangda Makassar, Andi Bukti Djufrie membuka kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian, di Hotel Karebosi Premier, Selasa (24/8)

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Makassar menargetkan peningkatan status menjadi OPD utama atau tipe A.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar saat ini masih berstatus sebagai OPD penunjang.

banner pdam

Namun tahun ini, Kepala Balitbangda Makassar Andi Bukti Djufrie menargetkan peningkatan status menjadi OPD utama atau tipe A.

Itu sejajar dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Inspektorat, dan Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD).

Baca Juga : Dinas Kebudayaan Makassar Gandeng BRIDA, Dorong Inovasi Program Berbasis Riset

Andi Bukti mengatakan untuk bisa menjadi OPD utama, Balitbangda musti beralih menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

“Kalau sudah menjadi BRIDA maka kita bukan lagi OPD penunjang tapi utama, sama seperti Bappeda dan BPKAD,” singkat Bukti, Senin (24/1)

Perubahan status itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Baca Juga : BRIDA Makassar Dorong Inovasi OPD Dapat Bintang Tiga

Kemudian Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Riset dan Inovasi Daerah yang selanjutnya disingkat BRIDA.

“Nanti kita akan konsultasi ke BRIN. Tapi yang jelas target kita tahun ini bisa berubah menjadi BRIDA,” tutupnya.

Bukti menjelaskan jika menjadi BRIDA maka semua riset atau penelitian akan lebih terfokus. Kebijakan yang dikeluarkan daerah berdasarkan hasil riset yang komperhensif.

Baca Juga : BRIDA Makassar Tekankan Inovasi OPD Wajib Ada Pengembangan

Kemudian, koordinasi secara langsung dengan pemerintah pusat dan bantuan peneliti yang bisa memudahkan kerja-kerja terkait riset dan inovasi di daerah.

“Nanti itunkita akan seperti Dukcapil. Koordinasinya langsung ke pusat, kepala sampai pejabat fungsional diangkat oleh BRIN,” tutup Bukti.