0%
logo header
Minggu, 01 Juni 2025 10:04

100 Hari Kepemimpinan “MULIA”, Fondasi Pembangunan Makassar Diletakkan

100 Hari Kepemimpinan “MULIA”, Fondasi Pembangunan Makassar Diletakkan

Tujuh Program Unggulan Sapta MULIA yang Mulai Menunjukkan Progres.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Tepat seratus hari sejak dilantik, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin – Aliyah Mustika Ilham atau akrab dikenal dengan akronim MULIA, mulai menunjukkan geliat pembangunan dengan menegaskan komitmen terhadap tujuh program unggulan dalam visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan.

banner pdam

Sejumlah program telah memasuki tahap pelaksanaan, sementara lainnya tengah dimatangkan dalam bentuk regulasi dan penguatan infrastruktur. Pemerintah Kota Makassar menyebut masa 100 hari ini sebagai momen penting untuk memastikan arah kebijakan sudah berada pada jalur yang tepat.

“100 hari ini bukan untuk menyelesaikan semua program, tapi memastikan kebijakan strategis kita sudah berjalan sesuai rencana,” ujar Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Minggu (1/6/2025).

Baca Juga : Munafri Arifuddin Instruksikan Camat dan Lurah Aktifkan Poskamling Pascamaraknya Geng Motor di Makassar

Zulkifly, yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Makassar, menyebutkan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kini telah memasuki tahap rancangan akhir. Dokumen tersebut menjadi dasar hukum pelaksanaan semua program prioritas yang mencakup integrasi visi-misi Wali Kota-Wawali, kebijakan nasional, dan arah pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan.

“RPJMD sudah kami serahkan ke Inspektorat untuk direview, dan selanjutnya akan dibawa ke DPRD untuk disahkan menjadi Perda. Semuanya kita sinkronkan dengan RPJMD Provinsi,” jelasnya.

Salah satu program strategis yang masuk dalam RPJMD adalah pembangunan stadion baru di Untia. Proyek multiyears ini akan dimulai dengan studi kelayakan, analisis lingkungan dan lalu lintas, dengan alokasi awal Rp2,3 miliar.

Baca Juga : Pemkot Makassar Komitmen Jalankan Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ 2025

Tujuh program unggulan Sapta MULIA yang mulai menunjukkan progres, diantaranya pertama seragam sekolah gratis, program bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP Negeri telah dialokasikan anggaran Rp11,49 miliar. Pemkot juga menggandeng UMKM penjahit lokal di setiap kecamatan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi warga.

Kedua, Gratis Iuran Sampah untuk masyarakat miskin ekstrem, dimana regulasi retribusi sampah kini dirampungkan melalui Perwali. Kajian potensi kehilangan PAD juga tengah disusun untuk menjamin keberlanjutan kebijakan ini.

Ketiga, pemasangan air bersih gratis, dimana sebanyak 2.000 rumah tangga berpenghasilan rendah ditargetkan menerima sambungan PDAM secara cuma-cuma. Saat ini, proses masih berjalan di level internal PDAM.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Pangkas Perjalanan Dinas Rp60 Miliar, Luar Negeri Dipotong 70%

Ke-empat, stadion sepak bola modern di untia, stadion bertaraf nasional dirancang sebagai pusat aktivitas olahraga dan ruang publik. Tahap awal tahun ini fokus pada feasibility study dan analisis dampak.

Kelima, MULIA berjasa jaminan sosial terpadu dimana kepesertaan BPJS PBI serta penguatan layanan dasar kesehatan, termasuk revitalisasi Posyandu dan peningkatan kualitas bangunan Puskesmas, mulai digulirkan dengan anggaran puluhan miliar.

Selanjutnya keenam, Makassar Super Apps, Aplikasi layanan publik terintegrasi ini akan menyatukan lebih dari 140 layanan digital dari 358 situs milik Pemkot. Nama resmi aplikasi akan diumumkan langsung oleh Wali Kota dalam waktu dekat.

Baca Juga : Pemkot Makassar Hadirkan 40 Lampu Tenaga Surya di Kepulauan

Terakhir, Makassar Creative Hub (MCH), fasilitas co-working space sedang dibangun di Pantai Losari, dan akan direplikasi di seluruh kecamatan. Pembangunan fisik ditangani Dinas PU dan Dinas Pariwisata, sementara sistem pengelolaan disiapkan oleh OPD terkait.

Meski penuh optimisme, Pemkot Makassar juga menghadapi tantangan serius, terutama dari sisi regulasi dan anggaran. Menurut Zulkifly, sejumlah program membutuhkan Perwali bahkan Perda baru, serta dukungan lintas sektor dari provinsi hingga kementerian.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada kecepatan. Yang lebih penting adalah ketepatan kebijakan dan keberlanjutan program,” tegasnya.

Baca Juga : Pemkot Makassar Hadirkan 40 Lampu Tenaga Surya di Kepulauan

Sebagai bagian dari penyesuaian strategi, Pemkot juga akan merevisi SK Program Strategis Wali Kota pada Juni 2025, menggantikan SK yang diterbitkan pada Februari lalu.

Program-program ini, meski masih dalam berbagai tahap, telah menunjukkan keseriusan pasangan MULIA dalam membangun fondasi yang kuat untuk lima tahun ke depan.

“Dengan pondasi yang tepat dan sinergi yang kuat, kita ingin memastikan hasil dari semua program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Zulkifly. (Jie_e)