0%
logo header
Kamis, 09 Maret 2023 19:30

Workshop Capacity Building ASN Pemkot Makassar Tekankan Peningkatan Skil-Adaptasi Sosial Era Digitalisasi

Workshop Capacity Building ASN Pemkot Makassar Tekankan Peningkatan Skil-Adaptasi Sosial Era Digitalisasi

Peningkatan skil dan adaptasi sosial di era digitalisasi menjadi penekanan penting dalam workshop keempat capacity building ASN Pemkot Makassar.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Peningkatan skil dan adaptasi sosial di era digitalisasi menjadi penekanan penting dalam workshop keempat capacity building ASN Pemkot Makassar.

banner pdam

Dalam dua sesi penerimaan materi, para peserta mendapatkan banyak hal baru. Terutama dalam mewujudkan empat project penting.

Yakni, aplikasi layanan pajak digital pakintaki’, media sebagai pendorong pertumbuhan UMKM di Lorong Wisata, penggunaan IT, dan pengolahan sampah rumah tangga.

Baca Juga : Menlu Singapura Buka Peluang Kerja Sama dengan Pemkot Makassar: Green Economy dan Pariwisata

Program Temasek Foundation merupakan kerja sama Singapore Cooperation Enterprise dengan Pemkot Makassar dengan tema Makassar Sustainable Smart City Programme.

Kabid Perencanaan Pengendalian dan Promosi Dinas PM-PTSP Makassar, Fadliah menyampaikan dalam materi kali ini, peserta mempelajari perihal rencana aksi plan for change and communication atau merencanakan perubahan dan komunikasi.

Lalu sesi berikutnya tentang establish a robust learning organisation for continuous learning in the digital era atau membangun kekuatan organisasi untuk pembelajaran yang berkelanjutan dalam era digitalisasi.

Baca Juga : Peserta Temasek dan Tim SCE Nikmati Keindahan Pantai Losari dari Atas Kapal Pinisi

“Hari keempat ini mengajarkan tentang merancang perencanaan aksi dalam era digital, kerja sama tim dan adaptif. Ini lah yang menambah pengetahuan bagaimana menyusun visi misi agar perlahan menggapai tujuan,” kata Fadliah usai meneriman materi di Aston, Kamis, (9/3).

Dalam kesempatan itu mereka juga belajar tentang bagaimana konsep perubahan yang didefinisikan sebagai konstan.

Pasalnya tidak semua orang dapat menerima perubahan. Oehnya itu penting untuk kolaborasi sistem dan adaptasi dalam perubahan.

Baca Juga : Danny Pomanto Paparkan Makassar Recover di Hadapan Menkes Singapura

Pihak Temasek SCE juga memberikan beberapa permainan tim yang diarahkan agar mereview kembali apa saja keyword dalam visi misi smart city ini.

“Jadi kita mereview kembali perencanaan, kegiatan berkelanjutan. Seru, karena kita diminta cari kata kuncinya, dan yang kita dapat ialah smart, sustainable, kooperatif, kolaboratif,” ucapnya.

Ditambah lagi, dalam grup mereka diminta untuk saling mengubah posisinya dengan tujuan peserta tetap adaptif namun tetap fokus pada tujuan.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura

“Kita bertukaran posisi. Itulah perubahan meski ada perubahan atau reposisi tetapi kita tetap bekerjasama dan memperjuangkan goals yang sudah disusun,” tuturnya.

“Intinya beradaptasi dalam era saat ini kita harus beradaptasi dengan perubahan, lalu memanajemen organisasi, meningkatkan skill dalam rangka mengikuti zaman,” tambah Fadliah.

Pun ada tiga poin penting yang diungkapkannya yakni ada 3H; yakni Head, Heart dan Hand.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura

Head atau pikiran, lanjut dia, berkaitan dengan pemikiran atau konsep perubahan yang dimaksud yang mana implementasi dapat dirasakan seluruh pihak dan masyarakat juga ikut di dalamnya.

Heart atau hati. Dengan pendekatan hati atau kemanusiaan, sehingga siapapun dapat menerima perubahan atau hal baru dalam era digital ini.

Dan Hand ialah kerja sama. Yakni ikut bekerja bersama dalam mencapai tujuan.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura

Tim Ahli Temasek SCE, Tan Kim Leng menyampaikan untuk membangun kemampuan atau skil maka hal yang utama yang dilakukan ialah mengerti apa yang dibutuhkan dalam sebuah komunitas atau masyarakat.

Kedua, peserta memiliki kemampuan manajerial program dan projects. Olehnya itu mereka dapat menerapkan ide-ide ini sehingga perubahan itu terjadi.

“Jadi yang pertama ialah konsep atau blue print untuk mendukung tujuan utama yakni visi smart city. Kedua, memiliki kemampuan atau skil yang menjadi syarat tercapainya tujuan atau visi misi itu,” papar Mr Tan.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura

Dalam sesi ini, jelas dia, dirinya juga menunjukkan contoh bagaimana Singapura melakukannya dalam beberapa dekade belakangan, apalagi dirinya terlibat dalam perubahan itu.

“Apa yang saya sampaikan di sini ialah memberikan contoh bagaimana seharusnya ASN Pemkot ini memulai dan melakukannya. Bukan hanya sebagian tetapi mempelajari seluruh materi. Sebab, bagaimana dia melakukan perubahan kalau tidak belajar terlebih dahulu,” jelasnya.

“Jadi ini adalah perjalanan menuju perubahan, dan saya merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan perubahan Kota Makassar ini,” sambungnya.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura

Dirinya yakin setelah ini perubahan menuju yang dicita-citakan Pemkot Makassar akan terjadi.

Apalagi, budaya dan karakter masyarakat di Makassar sangat bagus, friendly, ramah, dan tulus. Kultur ini sangat bagus untuk perubahan yang dibutuhkan.

“Kata kuncinya ialah menyuguhkan mereka pengetahuan, skill untuk memenage perubahan itu, melalui komunikasi yang baik, bekerjasama, pelatihan-pelatihan,” yakinnya.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura

Tim Ahli Temasek SCE yang lainnya, Maler Ratnam juga mengungkapkan project yang masuk dalam era digitalisasi dan pengembangan big data mendapatkan banyak tantangan baru.

Ia mencontohkan, sebelumnya kita hanya menggunakan komputer dalam mengolah data misalnya, tetapi kini dengan aplikasi maka semuanya bisa.

“Jadi ada sistem baru yang mesti diteruskan kepada seluruh lini masyarakat, dibuat lebih friendly, dan inklusif bagi siapa saja untuk bisa menerima maupun mengaksesnya,” kata dia.

Baca Juga : Danny Pomanto Sharing Pembelajaran Penanganan Pascacovid dengan Deputy Director Kemenkes Singapura

Lebih jauh, sebut dia, peserta tidak hanya menciptakan Smart City, tetapi bahkan menciptakan kondisi ekonomi hijau, pembangunan yang berkelanjutan dengan melakukan pengembangan lebih lanjut dari visi yang sudah ada.

Diketahui, workshop berlangsung sejak 6 Maret dan berakhir pada 10 Maret, besok.