MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi melantik sembilan pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota Makassar, di Ruang Sipakatau Balai Kota Makassar, Selasa (9/9) pagi.

Mereka yang dilantik Kamelia Thamrin Tantu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Andi Asminullah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Fadli Wellang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Baca Juga : Berdayakan dan Lindungi Pekerja Rentan, Makassar Raih Terbaik I Jamsostek Award 2026
Muhammad Fadli Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammad Fuad Azis Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru).
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Samsul Bahri, Haidil Adha Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
Andi Rahmat Mappatoba Sekretaris DPRD, dan Andi Ani Mulyani Direktur RSUD Daya.
Baca Juga : Pemkot Makassar Perpanjang Kontrak 6.472 Tenaga PPPK Paruh Waktu
Pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang dibuka sejak Agustus 2025 lalu.
Ada empat indikator penilaian yang dilakukan, yaitu wawancara dengan tim, rekam jejak, makalah, serta assesment potensi dan kompetensi.
Wali Kota Munafri Arifuddin dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pejabat yang baru saja dilantik.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Ikuti Rapat Paripurna HUT ke-357 Sulsel Lewat Zoom: Perkuat Kolaborasi Sulsel-Makassar
Kata dia, jabatan yang diemban merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, sehingga ia berharap pejabat yang dilantik bisa menjalankan sistem organisasi lebih baik dan efektif.
Apalagi setiap OPD punya tugas masing-masing dalam mensupport program pemerintah.
“Kenapa ini (pelantikan) langsung kita laksanakan karena kita tidak mau kalah oleh waktu. Kita harus cepat mengisi kekosongan yang sudah lama, dan sampai hari ini seluruh pejabat sudah di dalam posisi definitif,” ujar Munafri.
Baca Juga : Munafri Arifuddin Unjuk Skill Memasak, Raih Juara I Lomba Masak Antar Kepala Daerah di HUT ke-357 Sulsel
Dengan dilantiknya pejabat definitif, Munafri berharap tidak ada lagi keraguan di dalam menjalankan program pemerintah
“Saya tidak mau lagi ada yang tidak gaspol dalam menjalankan tugas karena menganggap dirinya bisa diganti dan sebagainya,” tutupnya.

