OMAKASSAR, KATABERITA.CO — Gairah baru menyelimuti dunia sepak bola Sulawesi Selatan. Dukungan terhadap Rahmat Taqwa Qurais (RTQ) untuk memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulsel terus menguat, kali ini datang dari salah satu sosok legendaris PSM Makassar, Sumirlan.

Ketua Allstar PSM itu secara terbuka menyatakan dukungannya kepada RTQ, yang dinilainya sebagai figur ideal karena memiliki rekam jejak kuat di lapangan hijau, bukan semata-mata karena jabatan politik.
“Sepak bola harus diurus oleh orang yang mengerti dan mencintai bola. RTQ itu bukan orang baru. Dari darahnya sudah mengalir semangat sepak bola,” tegas Sumirlan, Senin (19/5/2025).
Baca Juga : Jabatan Ketua Fraksi PPP di DPRD Makassar Kisruh: DPP dan DPW Beda Pandangan
Sumirlan bahkan menyinggung pentingnya menghindari pemimpin karbitan yang tidak paham seluk-beluk sepak bola.
“Kalau yang diurus bola, tapi yang pimpin tidak tahu bola, itu seperti beli kucing dalam karung. Ukuran lapangan futsal saja tidak tahu, apalagi bangun sistem,” sindirnya.
Rahmat Taqwa Qurais memang bukan sosok asing dalam dunia olahraga di Sulsel. Putra dari legenda PSM, Haji Baco Ahmad, ini pernah menjadi ketua suporter, aktivis bola, sekaligus pegiat pembinaan usia dini.
Baca Juga : Muktamar PPP: AMK Sulsel Dorong Amir Uskara Jadi Bacaketum
Setelah vakum empat tahun dari dunia sepak bola, anggota DPRD Makassar itu mengaku kembali tergerak bukan karena ambisi jabatan, tetapi dorongan dari masyarakat yang menginginkan perubahan.
“Saya kembali karena teman-teman pecinta bola ajak bicara. Mereka bilang, jangan biarkan sepak bola ini jatuh ke tangan yang salah. Itu membuat saya bilang, bismillah,” ujar RTQ.
Salah satu gagasan utamanya adalah mengintegrasikan pendekatan medical sport dalam pembinaan usia dini. Konsep ini fokus bukan hanya pada kemampuan teknik dan fisik, tapi juga pemantauan pertumbuhan tulang dan kesehatan atlet muda sejak awal.
Baca Juga : Danny Pomanto Jamu Ketum Mardiono, Sebut PPP Kawan Baik Pemkot Makassar
“Kalau dari awal kita tahu anak ini punya potensi tapi ada gangguan pertumbuhan, kita bisa bantu. Seperti Messi yang bisa hebat karena dibantu sejak dini lewat program medis,” jelasnya.
Untuk membuktikan komitmennya, RTQ tengah menyiapkan turnamen antar kabupaten se-Sulsel sebagai langkah awal kebangkitan sepak bola lokal. Turnamen ini akan digelar menjelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan dibagi ke dalam tiga zona.
Bukan sekadar kompetisi, ajang ini akan menjadi wadah pencarian bakat dan tolok ukur pembinaan usia dini secara terstruktur.
Baca Juga : Perbaikan Masjid Ittifaqul Jamaah Masuk APBD 2024, RTQ: Terima Kasih Pak Wali!
“Sepak bola bukan soal pencitraan. Saya ingin kerja dulu, hasilkan dulu, baru orang menilai. Kalau hanya janji manis, lapangan tidak akan pernah melahirkan pemain nasional,” tegasnya.
RTQ juga menargetkan lahirnya pemain Sulsel yang mampu menembus tim nasional, bahkan bermain di luar negeri. Baginya, mimpi itu bukan mustahil jika dibangun dari sistem yang benar.
“Anak-anak Sulsel punya bakat. Tapi kita belum punya sistem pembinaan yang kuat. Sekarang saatnya kita bangun, kita tanam. Biar lima sampai sepuluh tahun lagi, kita panen bersama,” tutupnya.
Baca Juga : Perbaikan Masjid Ittifaqul Jamaah Masuk APBD 2024, RTQ: Terima Kasih Pak Wali!
Dengan dukungan dari tokoh-tokoh senior dan program nyata di depan mata, langkah RTQ menuju kursi Ketua Asprov PSSI Sulsel kian solid. Harapan baru pun muncul bagi masa depan sepak bola Sulawesi Selatan. (Jie_e)

