MAKASSAR, KATABERITA.CO – Rektor UNM, Prof Husain Syam resmi membuka turnamen Tenis Lapangan PHS Cup I di Lapangan Tenis Pascasarjana UNM, Jumat (16/9). Pertandingan ini diikuti 30 tim dari berbagai instansi dan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) di Sulselbar.

Rektor UNM, Prof Husain Syam mengatakan, pertandingan ini bentuk solidaritas para dosen untuk rektornya sehingga dilaksanakan dengan pertandingan olahraga. Rencananya, PHS Cup I ini digelar 16-18 September 2022.
“Kita harap ini menjadi wadah bagi para atlet untuk mengembangkan potensinya. Kemudian, lahir atlet berkualitas,” ungkap Prof Husain Syam.
Baca Juga : Idrus Marham Ajak Alumni UIN Alauddin Konsolidasi untuk Kemajuan Umat dan Bangsa
Dia menjelaskan, PHS Cup I ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan berpindah daerah. Tujuannya, Guru Besar Pertanian UNM ini ingin melihat semangat para atlet dan melatih kemampuan agar bisa bertanding di even nasional dam internasional.
“Kita akan gelar di Sulbar. Mari kita lihat semangat peserta bertanding di Sulsel dan Sulbar. Ini akan menarik,” tukasnya.
Terpisah, Ketua Panitia PHS CUP I, Prof Hasnawi Haris mengatakan, ada dua lapangan yang akan digunakan peserta dalam turnamen PHS Cup I, yakni Lapangan Tenis Pascasarjana dan Lapangan Tenis Karebosi.
Baca Juga : UNM Juara Umum Abdidaya Ormawa 2025
“Hari kedua atau babak gugur, semuanya akan digelar di Lapangan Tenis Pascasarjana,” ujar Prof Hasnawi Haris.
Kata dia, sebanyak 30 peserta mengikuti turnamen rangkaian Dies Natalies UNM ini. Rinciannya, 24 tim berasal dari Sulsel dan enam tim dari Sulbar. Mereka yang ikut dari berbagai instansi dan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti).
Baca Juga : Hasil MTQ Mahasiswa Nasional 2025: UNM Raih Dua Medali, Akhiri Puasa Gelar
“Hadiah kita siapkan total Rp60 juta. Mereka yang juara akan membawa pulang piala tetap dan uang tunai. Kalau juara 1 itu Rp25juta, Juara 2 Rp15juta dan Juara 3 Rp10juta,” jelasnya.
“Adapun sponsor kita itu pak Ketua IKA UNM Nurdin Halid, Rektot UNM sendiri, mitra seperti BNI, BTN dan BSI,” tambahnya. (*)

