MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kurang optimistis mengajar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,68 triliun.

Terbukti, pemerintah kota justru menurunkan target PAD pada APBD-P 2021 sebesar Rp334,81 miliar. Sehingga, PAD Kota Makassar tahun ini hanya berkisar Rp1,35 triliun.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan mengaku minimnya setoran pendapatan menjadi alasan pemerintah menurunkan target PAD tahun ini.
Baca Juga : Pacu PAD Lewat Akselerasi Digitalisasi, Munafri Minta Habit Transaksi Digital Dimulai Dari Pegawai Pemkot
“Kondisi pendapatan kita memang saat ini jauh menurun,” singkat Danny.
Kondisi itu pula yang membuat Danny melakukan reesetting besar-besaran di tubuh Badan Pendapatan Daerah (Bapeda) Makassar. Termasuk menggeser Kepala Bapenda Makassar, Irwan Adnan.
“Pada saat kita ganti personel di Bapenda, kondisi Bapenda saat itu sangat berat sekali untuk pencapaian target PAD Rp1,68 triliun,” ungkap dia.
PAD bersumber dari empat pemasukan daerah. Diantaranya, pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan yang dipisahkan, dan pendapatan sah lainnya.
Target pajak daerah pada struktur APBD-P 2021 direncanakan turun dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1 triliun, atau berkurang Rp298,01 miliar.
Sedangkan retribusi daerah dari Rp171,20 miliar turun menjadi Rp91,79 miliar. Berkurang Rp79,40 miliar atau 46,38%.
Baca Juga : Kepala Distaru Makassar Hadiri Tax Award 2025, Dukung Optimalisasi Kepatuhan Pajak Daerah
Penerimaan hasil pengelolaan yang dipisahkan juga mengalami penurunan sebesar Rp5,35 miliar. Atau turun dari Rp88,09 miliar menjadi Rp82,74 miliar.
Sementara penerimaan pendapatan lain-lain yang sah justru mengalami peningkatan sebesar Rp47,95 miliar. Di mana pada APBD 2021 ditetapkan Rp129,04 miliar naik menjadi Rp177 miliar.

