0%
logo header
Selasa, 28 April 2026 12:03

Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Makassar

Groundbreaking Mixed-Use Mal Ratu Indah, Munafri: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Makassar

Menurut Munafri, pengembangan Mal Ratu Indah merupakan bagian dari investasi swasta strategis yang akan memperkuat posisi Makassar sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi progresif.

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan pesat seiring meningkatnya pembangunan dan masuknya investasi swasta.

banner pdam

Salah satu indikatornya adalah dimulainya pengembangan kawasan mixed-use Mal Ratu Indah yang ditandai dengan seremoni groundbreaking, Selasa (28/4).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi atas dimulainya proyek tersebut.

Baca Juga : Konjen Jepang Puji Kepemimpinan Munafri, Makassar Raih Kinerja Pemerintahan Terbaik Nasional

Ia menilai pembangunan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Pada hari ini kita menyaksikan sebuah proses pembangunan di Kota Makassar yang tentu akan memberikan banyak manfaat, khususnya bagi warga kota ini,” ujarnya.

Menurut Munafri, pengembangan Mal Ratu Indah merupakan bagian dari investasi swasta strategis yang akan memperkuat posisi Makassar sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi progresif.

Baca Juga : Makassar Pertahankan Predikat Kinerja Tinggi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah 2025

Ia menegaskan peningkatan investasi akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh agar proyek tersebut berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

“Saya berharap proyek ini bisa cepat selesai sesuai target. Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan maksimal agar pembangunan ini segera terealisasi,” katanya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Tegaskan Makassar Kota Inklusif di Perayaan Paskah Gereja Toraja Jemaat Tamalanrea

Munafri juga menekankan potensi penyerapan tenaga kerja dari kehadiran pusat perbelanjaan modern tersebut.

Menurutnya, pembangunan mal tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Ia menggambarkan aktivitas Kota Makassar yang semakin padat, terutama pada hari kerja.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong KORMI Gelar Event Bulanan di 15 Kecamatan

Jumlah penduduk yang pada malam hari sekitar 1,4 juta jiwa meningkat menjadi sekitar 2 juta jiwa pada siang hari akibat mobilitas pekerja dari daerah sekitar.

Pada akhir pekan, Makassar juga menjadi tujuan masyarakat dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa Makassar adalah kota yang sangat dinamis. Kehadiran mal seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, baik untuk berbelanja maupun rekreasi,” ungkapnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong KORMI Gelar Event Bulanan di 15 Kecamatan

Munafri menambahkan, Pemerintah Kota Makassar telah menerapkan sistem perizinan satu pintu yang transparan dan bebas dari praktik perantara.

“Kami memastikan seluruh proses perizinan dilakukan secara terbuka dan profesional, tanpa ada ruang bagi praktik percaloan,” tegasnya.

Ia juga berharap pengelola mal menyediakan ruang bagi pelaku UMKM lokal agar dapat berkembang.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong KORMI Gelar Event Bulanan di 15 Kecamatan

“Minimal harus ada ruang bagi UMKM kita agar mereka bisa ikut berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi di mal ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Munafri mengulas sejarah Mal Ratu Indah sebagai salah satu pusat perbelanjaan pertama dan ikon Kota Makassar.

Ia menilai pengembangan kawasan ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sekaligus menciptakan destinasi baru.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong KORMI Gelar Event Bulanan di 15 Kecamatan

“Dengan lokasi yang strategis dan luas kawasan sekitar 3 hektare, ini akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Makassar,” jelasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kalla Group atas kontribusinya dalam investasi di Kota Makassar.

Munafri juga memaparkan realisasi investasi Kota Makassar sepanjang 2025 yang mencapai Rp5,29 triliun.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong KORMI Gelar Event Bulanan di 15 Kecamatan

Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,15 triliun atau 78,57% dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,13 triliun atau 21,43%.

Angka ini meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar Rp3,82 triliun atau tumbuh sekitar 38,48%.

“Sektor yang paling dominan meliputi perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, disusul perdagangan dan reparasi, serta transportasi dan telekomunikasi,” tuturnya.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong KORMI Gelar Event Bulanan di 15 Kecamatan

“Ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan mixed-use seperti Mal Ratu Indah sangat relevan dengan tren investasi di Makassar,” lanjutnya.

Ia menambahkan, investasi yang masuk telah memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan puluhan ribu tenaga kerja terserap sepanjang 2025.

Munafri menyebut, pengembangan kawasan mixed-use ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong KORMI Gelar Event Bulanan di 15 Kecamatan

“Proyek ini bukan hanya menghadirkan ruang ekonomi baru, tetapi juga menjadi simbol modernisasi kota yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

“Kita berharap pembangunan kawasan ini memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta tata ruang kota agar dapat menjadi ikon baru Makassar yang berdaya saing global,” tutupnya. (*)