MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar bersama Bhayangkari Ranting Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel menggelar sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah sesuai aturan Pemerintah Kota Makassar di Aula Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Rabu (5/8).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat, khususnya dari lingkungan rumah tangga, agar terbiasa memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Mursalim menyambut baik kegiatan tersebut.
Baca Juga : Peneliti Lingkungan Dukung Kebijakan Pemkot Makassar, Pilah Sampah Harus Dimulai dari Rumah
Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran sejak dari lingkungan keluarga agar budaya memilah dan mengelola sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menegaskan, jajaran Satbrimob Polda Sulsel siap mendukung program Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca Juga : Peneliti Lingkungan Dukung Kebijakan Pemkot Makassar, Pilah Sampah Harus Dimulai dari Rumah
“Kolaborasi antara organisasi perempuan, Bhayangkari, dan institusi kepolisian merupakan langkah positif dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi semata, tetapi dapat melahirkan aksi nyata,” tambahnya.
DWP Kota Makassar hadir dipimpin Penasihat DWP Kota Makassar, Fatma Wahyuddin bersama jajaran pengurus.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen DWP dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis pemilahan dari sumbernya.
Baca Juga : Peneliti Lingkungan Dukung Kebijakan Pemkot Makassar, Pilah Sampah Harus Dimulai dari Rumah
Dalam sosialisasi tersebut, DWP menghadirkan Tjing Ming Nelly dari Dewan Lingkungan Kota Makassar dan Abdul Razak Rukka, Penyuluh Bank Sampah Kota Makassar, sebagai narasumber.
Keduanya memberikan edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pemanfaatan bank sampah sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.
Fatma menekankan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri.
Baca Juga : Peneliti Lingkungan Dukung Kebijakan Pemkot Makassar, Pilah Sampah Harus Dimulai dari Rumah
Dibutuhkan keterlibatan masyarakat melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Melalui edukasi dan aksi sederhana seperti memilah sampah dari rumah, kita ikut menyelamatkan Kota Makassar untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Pihak Bhayangkari juga menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap sinergi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga besar Brimob maupun masyarakat luas.
Baca Juga : Peneliti Lingkungan Dukung Kebijakan Pemkot Makassar, Pilah Sampah Harus Dimulai dari Rumah
Kolaborasi DWP Kota Makassar dan Bhayangkari ini diharapkan dapat memperkuat budaya memilah dan mengelola sampah dari rumah sekaligus mendukung terwujudnya Makassar sebagai kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

