MAKASSAR, KATABERITA.CO — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung distribusi air bersih di kawasan Kerung-Kerung, Kecamatan Makassar untuk memastikan pasokan air PDAM kembali mengalir ke rumah-rumah warga setelah dilakukan pembenahan jaringan, Senin (13/7).

Peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir mengalami gangguan pasokan air bersih.
Munafri mengatakan, pengecekan langsung penting dilakukan agar pemerintah mengetahui kondisi riil di lapangan, bukan hanya berdasarkan laporan administrasi.
Baca Juga : Semarak HUT ke-102, PDAM Makassar dan Karang Taruna Gelar Donor Darah
“Karena itu, saya ke sini ingin memastikan sendiri apakah setelah dilakukan pembenahan oleh direksi PDAM, air benar-benar sudah mengalir ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Dalam kunjungannya, Munafri menyusuri lorong-lorong permukiman di Lorong 12, Jalan Kerung-Kerung, serta mendatangi sejumlah rumah warga. Ia bahkan meminta izin kepada pemilik rumah untuk memeriksa langsung kondisi aliran air pada keran.
Menurutnya, persoalan distribusi air di kawasan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar. Berbagai langkah telah dilakukan PDAM, mulai dari pembenahan jaringan distribusi hingga penguatan sistem pelayanan agar pasokan kembali normal.
Baca Juga : HUT ke-102, Munafri Tekankan Tanggung Jawab PDAM Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
“Hari ini saya melihat langsung hasilnya. Alhamdulillah air sudah mengalir. Ini yang ingin kita pastikan, bahwa setiap keluhan masyarakat harus ditindaklanjuti sampai benar-benar selesai, bukan hanya sebatas laporan,” kata Munafri.
Sebelumnya, PDAM Kota Makassar melakukan sejumlah upaya penanganan di kawasan Kerung-Kerung setelah menerima keluhan warga yang telah berlangsung selama beberapa bulan.
Penanganan dilakukan melalui injeksi air ke jaringan distribusi, pengiriman mobil tangki, serta pembenahan sistem suplai untuk memenuhi kebutuhan sekitar 100 hingga 200 kepala keluarga.
Baca Juga : HUT ke-102, PDAM Makassar Gelar Tausiah dan Perkuat Semangat Pengabdian Pegawai
Kepala Wilayah IV PDAM Kota Makassar, Fitria Gasim, menjelaskan gangguan distribusi disebabkan menurunnya debit air baku yang masuk ke wilayah pelayanan dalam kota.
Menurutnya, debit air yang diterima sempat hanya mencapai sekitar 200 liter per detik, jauh di bawah kebutuhan normal yang berkisar antara 400 hingga 550 liter per detik.
“Kalau suplai air yang masuk bisa mencapai 400 sampai 550 liter per detik, maka masyarakat dapat menikmati air bersih secara maksimal. Namun karena debitnya tidak stabil, wilayah seperti Kerung-Kerung ikut terdampak,” ujarnya.
Baca Juga : Dzikir Bersama Hingga Aksi Donor Darah Meriahkan Peringatan HUT PDAM Makassar ke-102 Tahun
Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang, di antaranya menyelesaikan perbaikan intake dan pompa pada sistem pengelolaan air yang dikelola pihak ketiga, PT Teraya.
Selain itu, perusahaan juga mulai melakukan penyambungan pipa baru dari jalur CPJ dan Somba Opu menuju wilayah utara sebagai jalur distribusi tambahan.
“Setelah seluruh proses pengerjaan selesai, masyarakat diharapkan dapat menikmati suplai air yang lebih stabil,” kata Fitria.

