MAKASSAR, KATABERITA.CO — Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, mengandalkan inovasi Simpul Nusantara dalam Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional 2026.

Program ini mengintegrasikan pelayanan publik, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, keamanan, dan kesehatan masyarakat.
Lurah Gunung Sari, Ahmad Abubakar, mengatakan inovasi tersebut menempatkan pemerintah kelurahan sebagai penghubung berbagai kelompok masyarakat agar dapat bekerja sama membangun ketahanan wilayah.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Raih Predikat Kelurahan Terbaik Sulsel
“Berbicara soal inovasi, kami di pemerintah kelurahan tidak hanya berbicara soal teknologi. Kami mempunyai inovasi unggulan yang kami beri nama Simpul Nusantara,” ujar Ahmad saat memaparkan program di hadapan tim penilai nasional.
Gunung Sari memiliki luas sekitar 1,6 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 18.492 jiwa. Wilayah ini berada di bagian selatan Makassar dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa.
Di bidang pelayanan publik, kelurahan memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kelurahan (SIM Lurah) untuk mengelola data kependudukan, RT/RW, serta kegiatan masyarakat.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Raih Predikat Kelurahan Terbaik Sulsel
Website kelurahan juga digunakan untuk menyampaikan informasi program pemerintah dan aktivitas warga, sedangkan pengaduan masyarakat dilayani melalui aplikasi Lontara+.
Pada sektor ketahanan pangan, warga didorong memanfaatkan pekarangan, lahan sempit, dan lahan tidur untuk urban farming.
Program ini terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik melalui sistem TEBA, ember tumpuk, komposter, dan biopori.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Raih Predikat Kelurahan Terbaik Sulsel
Sampah anorganik dikelola melalui bank sampah, termasuk program penukaran sampah dengan pangan atau sayuran.
“Integrasi antara pengurangan sampah organik dan urban farming itu terus berjalan di kelurahan kami,” katanya.
Pemberdayaan ekonomi dilakukan melalui kolaborasi Tim Penggerak PKK dan Koperasi Merah Putih. PKK membina UMKM baru melalui pelatihan dan pendampingan, sedangkan koperasi diarahkan memperluas pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta memperbaiki kemasan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Raih Predikat Kelurahan Terbaik Sulsel
Di bidang budaya, kelurahan mempertahankan rumah adat dan tradisi lokal Pasili serta mendukung aktivitas sanggar tari.
Sementara itu, kesiapsiagaan bencana diperkuat melalui Panggawa Bencana Kelurahan dan peta mitigasi.
Keamanan wilayah didukung sinergi Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, Poskamling, dan CCTV. Kelurahan juga memiliki Komunitas Informasi Masyarakat dan Sadar Hukum serta mekanisme pelaporan ke Selter Warga untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Raih Predikat Kelurahan Terbaik Sulsel
Berdasarkan data Polsek Rappocini hingga 30 September 2026, tercatat dua kasus kriminal di wilayah tersebut.
Pada sektor kesehatan, kader keluarga berencana, PKK, dan kesehatan bersama Posyandu Era Baru melakukan pemantauan pertumbuhan anak, pemberian vitamin dan suplemen, serta memastikan kelengkapan imunisasi.
Relawan juga membantu menyediakan makanan bergizi bagi anak berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Raih Predikat Kelurahan Terbaik Sulsel
Ahmad menyebut data Puskesmas Mangasa per 30 September 2026 mencatat tujuh kasus stunting di Gunung Sari.
Pemerintah kelurahan menargetkan angka tersebut terus ditekan hingga mencapai nol kasus melalui pemberian makanan tambahan dan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kami optimistis tahun depan. Dana kelurahan juga kami anggarkan untuk pemberian makanan tambahan terhadap anak-anak stunting,” ungkapnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Raih Predikat Kelurahan Terbaik Sulsel
Untuk memperkuat interaksi sosial, sejumlah aset pemerintah kota, termasuk kantor kelurahan, sekretariat LPM, sekretariat TP PKK, dan Baruga Barasa, dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan serta aktivitas warga.

