PANGKEP, KATABERITA.CO — Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan memperluas jangkauan layanan Rupiah hingga wilayah kepulauan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) melalui program EWAKO KAPOPOSANG.

Program Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan & Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang tersebut digelar di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Jumat (25/9).
Melalui program tersebut, masyarakat Pulau Kapoposang dapat menukarkan uang Rupiah yang sudah tidak layak edar tanpa harus bepergian ke wilayah lain untuk mendapatkan layanan perbankan.
Baca Juga : TPID Sulsel Perkuat Stabilisasi Harga Cabai Lewat Gerakan Pangan Murah di Makassar
Selain layanan kas, BI Sulsel juga memberikan edukasi mengenai keaslian dan perawatan Rupiah serta penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi digital.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan EWAKO KAPOPOSANG merupakan bagian dari komitmen BI untuk memastikan layanan Rupiah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di wilayah kepulauan.
“Ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan layanan Rupiah dapat menjangkau masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan,” kata Rizki, Senin (5/10).
Baca Juga : Kalla Beton Kembali Dipercaya Dukung Pembangunan Jalan Tol IKN
Menurutnya, program tersebut memadukan tiga kegiatan utama, yakni layanan kas keliling, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS, dan bakti sosial.
Layanan kas keliling dilakukan untuk menarik uang Rupiah yang sudah tidak layak edar sekaligus menyediakan uang Rupiah yang layak edar bagi masyarakat.
“Layanan ini memungkinkan warga memperoleh akses penukaran uang tanpa harus bepergian ke wilayah lain untuk mendapatkan layanan perbankan,” ujar Rizki.
Baca Juga : FEKDI x IFSE 2026: Sulawesi Selatan Borong Penghargaan Inflasi dan Digitalisasi Daerah
Pada kegiatan edukasi, dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelajar mengenai ciri-ciri keaslian Rupiah, cara merawat uang, serta ketentuan penggantian uang yang rusak.
Edukasi tersebut menjangkau 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Edukasi juga diberikan kepada 130 warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep.
Para peserta diperkenalkan dengan metode 5J dalam merawat uang Rupiah, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples.
Baca Juga : Lewat Program NSE dan Green PUR, BI Sulsel Sabet Dua Penghargaan Nasional
Selain itu, masyarakat diperkenalkan dengan QRIS sebagai pilihan transaksi digital yang mudah dan praktis. Edukasi juga mendorong masyarakat menggunakan Rupiah secara bijak, berbelanja produk dalam negeri, menabung, hingga berinvestasi.
Antusiasme peserta terlihat dari kesediaan mereka menjadi agen CBP Rupiah dengan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan kerabat.
Kegiatan ketiga berupa bakti sosial yang meliputi pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis kepada 79 warga. BI Sulsel juga membagikan 150 paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga : Lewat Program NSE dan Green PUR, BI Sulsel Sabet Dua Penghargaan Nasional
Paket sembako tersebut turut dilengkapi susu sebagai dukungan pemenuhan nutrisi guna mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau. Ia menilai kehadiran BI di wilayah kepulauan menunjukkan perhatian terhadap masyarakat yang berada di kawasan 3T.
“Kegiatan ini membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera sekaligus dapat mendorong instansi lain untuk turut mengunjungi pulau-pulau di Kabupaten Pangkep,” ujar Yusran.
Baca Juga : Lewat Program NSE dan Green PUR, BI Sulsel Sabet Dua Penghargaan Nasional
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel A. Yazid Niam, Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Pangkep, Camat Liukang Tupabbiring Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung Hasanuddin, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang.
Rizki menegaskan, BI Sulsel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas edukasi CBP Rupiah dan layanan kas secara bertahap ke berbagai wilayah 3T di Sulawesi Selatan.
Perluasan tersebut akan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas layanan, sehingga masyarakat di wilayah kepulauan tetap memiliki akses terhadap Rupiah yang layak, memahami cara menjaga Rupiah, serta mengenal pilihan transaksi digital yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. (*/Ira)

