MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumohardjo-Makassar, Jumat (9/10).

Di hadapan Komisi VII DPR RI, Munafri menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan Kota Makassar. Salah satunya di sektor pariwisata.
Munafri mendorong dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat infrastruktur pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari penyediaan gedung representatif untuk kegiatan seni dan budaya hingga fasilitas pertemuan berskala nasional dan internasional.
Baca Juga : Munafri Paparkan Inovasi Gunung Sari dalam Penilaian Kelurahan Berprestasi 2026
Ia menilai, pengembangan sektor pariwisata Makassar perlu ditopang ketersediaan infrastruktur yang mampu mengakomodasi berbagai kegiatan seni, budaya, dan pertemuan bisnis berskala besar.
Terlebih Makassar yang kerap menjadi tuan rumah kegiatan nasional dan internasional sehingga membutuhkan gedung representatif untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).
“Beberapa tambahan infrastruktur, khususnya industri seni dan pagelaran. Di sini kami tidak punya satu tempat yang representatif untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan MICE yang cukup atau yang lebih spesifik,” ujar Munafri.
Baca Juga : Munafri Dorong Event Besar di Makassar Beri Dampak Ekonomi bagi UMKM
Selain pembangunan fasilitas MICE, Munafri menegaskan potensi gastronomi Makassar sebagai daya tarik wisata yang perlu dikembangkan.
Kekayaan kuliner lokal dinilai dapat menjadi bagian dari identitas pariwisata sekaligus memperkuat promosi budaya daerah.
Termasuk keberadaan Pinisi yang telah tercatat sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.
Baca Juga : Munafri Minta Tripartit Rutin Bahas Upah dan Persoalan Buruh Tiap Bulan
Sehingga Munafri berharap pemerintah pusat dapat mendorong gastronomi Makassar untuk dikembangkan dan didaftarkan sebagai bagian dari warisan gastronomi UNESCO.
Penguatan infrastruktur dan promosi budaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Makassar sebagai destinasi wisata, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha dan ekonomi kreatif lokal.
Dalam pertemuan yang sama, Munafri turut menyampaikan pentingnya dukungan kebijakan untuk memperkuat sektor industri dan investasi di Makassar.
Baca Juga : Munafri Minta Kepala Sekolah dan Guru Adaptif, Terus Perbarui Kapasitas
Ia menjelaskan bahwa Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan barang dan jasa di kawasan Indonesia Timur dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,04 persen, penguatan ekosistem usaha dinilai perlu didukung kebijakan yang mendorong pertumbuhan industri daerah.
“Kami tidak punya sumber daya alam, tapi kami punya letak geografis yang sangat menguntungkan. Kota ini menjadi kota yang sangat sentral, khususnya di ALKI II, sehingga pola perdagangan barang dan jasa menjadi backbone kami untuk tumbuh,” jelasnya.
Munafri juga menekankan pentingnya insentif bagi bahan baku yang masuk ke daerah untuk diolah menjadi produk industri.
Baca Juga : Munafri Minta Kepala Sekolah dan Guru Adaptif, Terus Perbarui Kapasitas
“Yang kami inginkan untuk membangun industri dan turunan industri yang ada, harusnya ada kebijakan dari pemerintah juga untuk memberikan insentif terhadap barang masuk sebagai bahan baku untuk diolah di tempat kami,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan menghimpun informasi mengenai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, terutama di sektor perindustrian dan pariwisata.
“Kami hadir dalam rangka menggali informasi dan memperoleh gambaran faktual dan catatan dan tantangan dan masalah yang dihadapi oleh pemerintah provinsi dan pemerintah kota,” katanya.
Baca Juga : Munafri Minta Kepala Sekolah dan Guru Adaptif, Terus Perbarui Kapasitas
Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dukungan pemerintah pusat dapat memperkuat infrastruktur pariwisata, mendorong pengembangan ekonomi kreatif, serta meningkatkan daya saing Makassar sebagai destinasi kegiatan seni, budaya, dan MICE.

