MAKASSAR, KATABERITA.CO – Kelompok Kerja Guru (KKG) Syekh Yusuf Kompleks Mangkura menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi guru dengan tema “Merancang Kokurikuler yang Bermakna dan Berdampak pada Murid”.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, dan diikuti oleh para guru dari seluruh sekolah di Kompleks Mangkura, Kota Makassar.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas profesional guru, khususnya dalam merancang dan melaksanakan kegiatan kokurikuler yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna serta membawa dampak nyata bagi perkembangan murid.
Baca Juga : Munafri Minta Kepala Sekolah dan Guru Adaptif, Terus Perbarui Kapasitas
Pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri oleh pengawas TK dan SD Dinas Pendidikan Kota Makassar. Kehadiran Lukman sebagai pengawas menjadi bentuk perhatian terhadap upaya peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kompetensi guru di satuan pendidikan.
Melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru, para pendidik diharapkan dapat terus mengembangkan wawasan, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas.
Hadir sebagai pemateri, Naswar dengan materi memberikan penguatan dan pembekalan kepada para peserta mengenai perencanaan kegiatan kokurikuler yang berorientasi pada kebutuhan, potensi, dan karakteristik murid.
Baca Juga : DLH-Disdik Makassar Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah
Dalam kegiatan ini, guru diajak untuk memahami bahwa kokurikuler merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang dapat memperkaya pengalaman belajar murid melalui kegiatan yang terencana, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Perencanaan kokurikuler yang baik membutuhkan pemahaman terhadap tujuan pembelajaran serta kemampuan guru dalam menghubungkan pengalaman belajar dengan pembentukan karakter dan pengembangan kompetensi murid.
Oleh karena itu, guru perlu merancang kegiatan yang tidak sekadar menarik untuk dilaksanakan, tetapi juga memiliki tujuan yang jelas, proses yang terarah, serta hasil yang dapat diamati dalam perkembangan murid.
Baca Juga : Arifin Manggau Kandidat Pertama Daftar Pilrek UNM: Bawa Konsep Semangat Kebersamaan
Melalui pembekalan tersebut, peserta didorong untuk lebih kreatif dan reflektif dalam menyusun program kokurikuler. Guru diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan murid, menentukan aktivitas yang sesuai, membangun keterlibatan aktif murid, serta menyiapkan cara untuk melihat dampak kegiatan terhadap pengetahuan, keterampilan, sikap, dan karakter mereka.
Selain memperoleh pemahaman konseptual, kegiatan KKG ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para guru untuk bertukar gagasan dan memperkaya perspektif dalam merancang program pendidikan. Kolaborasi antarguru dinilai penting agar pelaksanaan kokurikuler di sekolah dapat dikembangkan secara lebih terarah, sesuai konteks satuan pendidikan, dan tetap berfokus pada kebutuhan murid.
Kelima kepala sekolah Kompleks Mangkura menjadi inisiator terlaksananya kegiatan tersebut.
Baca Juga : Assesment Kepala Sekolah, Munafri Tekankan Adaptasi Pendidikan di Era AI
Kepala UPTD SPF SDN Mangkura II, Andi Wirdayani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan KKG Syekh Yusuf Kompleks Mangkura tersebut.
Menurutnya, kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini merupakan langkah positif dalam mendorong guru untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
“Jadi saya kira agenda ini mencerminkan pentingnya membangun budaya belajar di kalangan pendidik,” tukas Andi Wirdayani.
Baca Juga : Assesment Kepala Sekolah, Munafri Tekankan Adaptasi Pendidikan di Era AI
Sambung dia, guru tidak hanya dituntut untuk menjalankan tugas pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu terus memperbarui pengetahuan, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan kemampuan dalam merancang pengalaman pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan murid.
Andi Wirdayani berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pemahaman selama pertemuan berlangsung. Lebih dari itu, hasil pembekalan diharapkan dapat diterapkan oleh para guru di sekolah masing-masing melalui perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang lebih terstruktur, menarik, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Kokurikuler yang bermakna pada hakikatnya menempatkan murid sebagai subjek utama dalam proses belajar. Murid diberikan kesempatan untuk terlibat aktif, bekerja sama, mengembangkan potensi, memecahkan masalah, serta menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata.
Baca Juga : Assesment Kepala Sekolah, Munafri Tekankan Adaptasi Pendidikan di Era AI
“Nah, dengan pendekatan tersebut, kegiatan kokurikuler dapat menjadi sarana untuk memperkuat pembentukan karakter sekaligus mengembangkan berbagai kompetensi yang dibutuhkan murid dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.
Lebih jauh, kata dia, kegiatan KKG Syekh Yusuf Kompleks Mangkura ini, para guru diharapkan semakin memahami pentingnya merancang kegiatan yang berangkat dari tujuan yang jelas dan berorientasi pada dampak.
“Keberhasilan kokurikuler tidak semata-mata diukur dari terlaksananya agenda kegiatan, melainkan dari sejauh mana murid memperoleh pengalaman belajar yang relevan, menunjukkan perkembangan positif, dan mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan mereka,” jelasnya.
Baca Juga : Assesment Kepala Sekolah, Munafri Tekankan Adaptasi Pendidikan di Era AI
Olehnya itu, kata dia, penyelenggaraan kegiatan di BBGTK Sulawesi Selatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kompleks Mangkura.
Dengan dukungan pengawas, kepala sekolah, pemateri, dan partisipasi aktif seluruh guru, KKG Syekh Yusuf diharapkan terus menjadi wadah pengembangan profesional yang produktif dan inspiratif.
Kegiatan ini membawa pesan penting bahwa guru memiliki peran sentral dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada proses, tetapi juga menghasilkan perubahan positif bagi murid.
Baca Juga : Assesment Kepala Sekolah, Munafri Tekankan Adaptasi Pendidikan di Era AI
“Melalui perencanaan kokurikuler yang matang, pelaksanaan yang bermakna, dan refleksi yang berkelanjutan, sekolah diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih berkualitas, relevan, dan berdampak bagi masa depan generasi penerus bangsa,” tukasnya. (*)

