MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati, bersama jajaran di Balai Kota Makassar, Senin (22/6).

Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara BKKBN Sulsel dan Pemerintah Kota Makassar dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Fatmawati mengatakan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah penting untuk memastikan berbagai program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN berjalan efektif, termasuk upaya percepatan penurunan stunting yang harus dilakukan sejak dari hulu.
Baca Juga : Porseni HUT ke-81 RI, Munafri Tekankan Kekompakan dan Kepedulian Lingkungan
“Kami punya banyak program, Pak Wali. Saat ini kami tetap menjalankan program dengan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, seperti halnya program penanganan stunting,” ujar Fatmawati.
Munafri menyambut baik kunjungan tersebut.
Ia menegaskan seluruh program pembangunan keluarga di Makassar harus dilaksanakan secara terintegrasi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga : Munafri Dorong RT/RW Bangun Siklus Integrasi Sampah, Urban Farming, dan Ekonomi Warga
Menurut Munafri, percepatan penurunan stunting harus menjadi perhatian utama.
Intervensi terhadap keluarga berisiko stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan berbasis data hingga tingkat keluarga.
“Stunting ini musuh besar kita. Kalau yang lain tetap penting, tetapi target utama kita ada di sana. Semua sumber daya yang kita miliki harus diarahkan untuk memastikan penanganan stunting berjalan maksimal,” tegasnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Munafri Dorong FKLA Hadirkan Aksi Kemanusiaan Tanpa Sekat Agama
Ia menambahkan, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga, lingkungan tempat tinggal, sanitasi, hingga pola pengasuhan anak.
Karena itu, Pemkot Makassar mendorong penguatan kolaborasi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan agar intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Munafri juga menekankan pentingnya pendampingan keluarga secara berkelanjutan.
Baca Juga : Pasca Kebakaran Besar di Tallo, Munafri Imbau Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau
Menurutnya, program bantuan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sesaat, tetapi harus mampu mendorong keluarga keluar dari berbagai faktor risiko stunting.
“Yang kita butuhkan adalah program yang berkelanjutan. Tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi harus dipastikan sampai keluarga tersebut benar-benar keluar dari risiko stunting,” katanya.
Sementara Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan yang turut mendampingi mengatakan bahwa pihaknya siap memperkuat koordinasi dengan BKKBN Sulsel untuk memastikan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting berjalan secara terintegrasi.
Baca Juga : Pasca Kebakaran Besar di Tallo, Munafri Imbau Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau
Menurut Irwan, DPPKB memiliki peran strategis dalam memastikan intervensi berbasis keluarga dapat dilakukan secara tepat, terutama melalui penguatan pendataan, pendampingan, serta koordinasi tenaga lini lapangan.
“DPPKB akan terus memperkuat sinergi dengan BKKBN Sulsel. Data keluarga menjadi salah satu dasar penting agar intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dapat dipantau secara berkelanjutan,” ujar Irwan.
Ia menambahkan, upaya membangun keluarga berkualitas juga perlu dibarengi dengan penguatan ketahanan ekonomi keluarga.
Baca Juga : Pasca Kebakaran Besar di Tallo, Munafri Imbau Warga Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau
Karena itu, berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti urban farming dan pemanfaatan lahan pekarangan, perlu terus dikembangkan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat agar intervensi dari hulu hingga hilir dapat berjalan optimal,” pungkas Irwan.

