Siaga El Nino, PDAM Makassar Percepat Sumber Alternatif hingga Distribusi Darurat

Siaga El Nino, PDAM Makassar Percepat Sumber Alternatif hingga Distribusi Darurat

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Niño yang diperkirakan lebih kuat tahun ini.

Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait risiko kemarau panjang yang berpotensi memicu krisis air bersih, khususnya di wilayah utara Kota Makassar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) Perumda Air Minum Makassar, Wahidin, mengatakan tantangan utama saat ini bukan hanya pada jaringan distribusi, tetapi juga pada ketersediaan air baku yang mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

“Masalah utamanya ada pada air baku. Kalau air baku berkurang, otomatis distribusi ke pelanggan ikut terdampak,” ujarnya.

Distribusi Wilayah Utara Terbatas

Wahidin menjelaskan, sistem distribusi air di wilayah utara Makassar memiliki karakteristik berbeda karena mengandalkan aliran gravitasi dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang dengan selisih elevasi terbatas.

Akibatnya, tekanan air di wilayah tersebut hanya sekitar 1,3 bar, lebih rendah dibanding wilayah timur yang menggunakan pompa dengan tekanan hingga 4,5 bar.

Kondisi ini membuat kawasan pesisir dan wilayah paling ujung jaringan menjadi paling rentan, karena tekanan air kerap tidak mencapai pelanggan.

Debit Air Baku Menurun

Dalam kondisi normal, suplai air baku dari Bendungan Lekopancing ke IPA Panaikang mencapai sekitar 1.300 liter per detik. Namun saat ini, debit yang tersedia hanya sekitar 360 liter per detik.

Penurunan tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air ke masyarakat, terutama di wilayah utara.

Pencurian Air Perparah Kondisi

Selain faktor cuaca, Perumda juga menghadapi persoalan penyalahgunaan air baku di sepanjang jalur distribusi terbuka.

Kepala Seksi Humas Perumda Air Minum Makassar, Hasan, mengatakan praktik pengambilan air tanpa izin untuk kolam, tambak, dan irigasi masih terjadi dan berdampak signifikan terhadap pasokan.

Ia menyebut penurunan debit banyak terjadi di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Maros yang menjadi jalur utama distribusi air baku ke Makassar.

Percepat Sumber Alternatif

Untuk mengatasi kekurangan pasokan, Perumda mempercepat pemanfaatan sumber air alternatif dari Sungai Moncongloe.

Langkah ini biasanya dilakukan saat puncak kemarau, namun tahun ini dipercepat karena kondisi cuaca.

Dari sumber tersebut, Perumda berpotensi menambah suplai air baku hingga 600–900 liter per detik.

Distribusi Darurat Disiapkan

Sebagai langkah jangka pendek, Perumda juga mengerahkan 14 armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.

Distribusi dilakukan setiap hari dengan kapasitas 20 hingga 30 ritase, dan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Perumda juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memperkuat layanan distribusi air darurat.

Strategi Jangka Panjang

Selain langkah darurat, Perumda mulai menyiapkan strategi jangka panjang dengan memanfaatkan Sungai Jeneberang sebagai sumber air baku baru.

Menurut Wahidin, upaya ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada Bendungan Lekopancing yang debitnya kerap menurun saat musim kemarau.

“Kami terus berupaya agar pelayanan tetap berjalan. Memang ada keterbatasan, tetapi kami pastikan tidak tinggal diam,” ujarnya.

Berita Terkait
Baca Juga