Normalisasi Saluran Air Baku 7 Km, PDAM Makassar Perkuat Pasokan Air Bersih dan Kurangi Risiko Banjir

MAKASSAR, KATABERITA — Plt Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Andi Syahrum, meninjau langsung pengerukan saluran air baku di sepanjang Jalan Abdullah Daeng Sirua (Abdesir) hingga kawasan Manggala, Jumat (19/6).
Pengerukan sepanjang kurang lebih 7 kilometer tersebut merupakan bagian dari program normalisasi saluran air baku yang selama puluhan tahun mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Dalam peninjauan itu, Andi Syahrum didampingi Plt Kepala Bagian Produksi Achmad Kamil Asri, Kepala Seksi Air Baku Haskari, serta Plt Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Hasan.
Andi Syahrum mengatakan normalisasi saluran dilakukan untuk mengembalikan fungsi aliran air baku menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang.
Menurutnya, sedimentasi yang menumpuk sejak 1999 telah menyebabkan penyempitan saluran dan menurunkan kapasitas aliran air.
“Normalisasi ini bukan hanya soal pengerukan, tetapi upaya memulihkan fungsi saluran agar kembali optimal dalam menyalurkan air baku ke IPA Panaikang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berkurangnya sedimentasi diharapkan mampu meningkatkan stabilitas debit air yang masuk ke instalasi pengolahan.
Kondisi tersebut dinilai penting untuk menjaga kontinuitas produksi air bersih, terutama saat musim kemarau ketika pasokan air baku menjadi faktor krusial.
“Dengan berkurangnya sedimentasi, kami berharap debit air yang masuk dapat lebih stabil, khususnya pada musim kemarau,” katanya.
Selain mendukung peningkatan pasokan air baku, pengerukan saluran juga ditujukan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah sekitar.
Selama ini, sedimentasi yang menumpuk telah mengurangi kapasitas saluran sehingga air lebih mudah meluap saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Karena itu, normalisasi dilakukan agar saluran kembali mampu menampung dan mengalirkan air secara optimal, sekaligus meminimalkan potensi genangan di sepanjang Jalan Abdullah Daeng Sirua hingga Manggala.
“Pengerukan sepanjang 7 kilometer ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah dalam meningkatkan kapasitas aliran air baku sekaligus mengurangi potensi genangan,” jelasnya.
Andi Syahrum juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan saluran yang telah dinormalisasi.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada pekerjaan teknis yang dilakukan PDAM Makassar, tetapi juga pada kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran.
“Perumda Air Minum Kota Makassar terus berupaya menjaga keandalan layanan air bersih. Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran ini dengan tidak membuang sampah di sepanjang aliran,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RW setempat menyambut positif pelaksanaan pengerukan tersebut.
Ia menilai normalisasi saluran akan memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi risiko genangan sekaligus mendukung kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.
“Selama ini saat hujan deras sering terjadi genangan. Kami berharap setelah pengerukan kondisi bisa lebih baik. Warga menyambut baik program ini karena selain mendukung layanan air bersih, juga membantu mengurangi banjir di lingkungan permukiman,” ujarnya