0%
logo header
Minggu, 27 September 2026 22:33

Dorong Pengurangan Sampah Plastik, DLH Hadirkan Mesin Penukaran Botol Berbasis Digital

Screenshot
Screenshot

Inovasi ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah plastik sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

banner pdam

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM), mesin yang memungkinkan masyarakat menukarkan botol plastik bekas menjadi poin bernilai ekonomi.

iklan pemprov sulsel

Inovasi ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah plastik sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Baca Juga : Botol Plastik Kini Bisa Jadi Uang Elektronik, DLH Makassar Sebut Warga Makassar Bisa Kumpulkan Poin

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Helmy Budiman Melalui fasilitas tersebut mengatakan botol plastik bekas yang selama ini kerap berakhir sebagai sampah dapat dikumpulkan melalui sistem penukaran digital untuk mendukung proses daur ulang.

“Kehadiran RVM juga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan melalui langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari,” ucapnya, Minggu (27/9/2026).

Untuk memudahkan akses masyarakat, fasilitas penukaran botol plastik ini tersedia di tiga lokasi, yakni Kantor Balai Kota Makassar di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2, Kantor Dinas Lingkungan Hidup di Jalan Urip Sumoharjo Nomor 8, Maccini, serta Makassar Creative Hub Nusantara di Jalan Nusantara.

Baca Juga : DLH Makassar Perluas Edukasi Pilah Sampah hingga ke Lingkungan Rumah Sakit

Penempatan mesin di sejumlah titik tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya pengurangan sampah plastik.

Selain menjadi sarana pengumpulan botol plastik, teknologi RVM juga memperkenalkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah, yakni menghubungkan kepedulian lingkungan dengan sistem penghargaan berbasis digital.

Melalui pemanfaatan teknologi ini, Pemkot Makassar mendorong perubahan cara pandang masyarakat bahwa sampah plastik yang dipilah dan dikelola dengan tepat masih memiliki nilai guna.

Baca Juga : Perkuat Layanan Persampahan, DLH Makassar Salurkan 18 Unit Sarana ke 13 Kelurahan

Program tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Makassar yang lebih bersih, berkelanjutan, dan semakin adaptif terhadap inovasi pengelolaan lingkungan. (*)