MAKASSAR, KATABERITA.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp5 miliar untuk pembangunan 2 kantor kelurahan.

Berdasarkan data yang dihimpun di LPSE Kota Makassar, masing-masing Rp1,9 miliar untuk Kantor Lurah Buakana Kecamatan Rappocini

Pembangunan Kantor Lurah Kunjung Mae Rp3,01 miliar Kecamatan Mariso.
Baca Juga : Pembangunan Jembatan Kaccia Capai 20%, Pemkot Makassar Targetkan Rampung 100 Hari
Kondisi yang memprihatinkan membuat kedua kantor lurah ini butuh peremajaan.
Selain dalam kondisi rusak berat, ada juga yang terpaksa harus menyewa tempat untuk bisa berkantor.
“Kantor Lurah Buakana itu sudah kita tender kemarin, bisa di cek di LPSE, kalau Kunjung Mae belum, nantilah,” kata Kepala Bidang Bangunan Pemerintah Dinas PU Hajar Aswad.
Baca Juga : Dinas PU Makassar Kebut Normalisasi Drainase Pascapenertiban PKL di Mariso
Hajar Aswad mengungkapkan desain kantor lurah terinspirasi dari penutup kepala ciri khas Makassar yang disebut patonro.
Berdasarkan rancangan atau desain, kedua kantor lurah tersebut akan dibangun tiga lantai.
Lantai pertama akan digunakan sebagai tempat pelayanan, lantai dua untuk ruang kerja pegawai kelurahan, sementara lantai tiga akan digunakan sebagai ruang pertemuan.
Baca Juga : Pemkot Makassar Tegaskan Tanah Urug TPA Antang Berasal dari Tambang Berizin
Lebih lanjut, nantinya, tembok bagian depan kantor lurah akan dipasangi videotron yang akan menampilkan video-video terkait layanan masyarakat serta sosialisasi program-program Pemkot Makassar.
Selain itu, kedua kantor lurah tersebut juga akan dipasangi solar cell atau pembangkit listrik menggunakan tenaga matahari.
Jadi, selain mengandalkan listrik dari PLN, peralatan elektronik di kantor lurah juga bisa dengan solar cell.
Baca Juga : Respon Aduan Warga, Munafri Kerahkan Tim Gabungan Bersihkan Sampah di Kanal Bara-Baraya
“Nanti sistemnya hybrid. Bisa pakai listrik PLN, bisa juga dari solar cell. Kita juga sudah pasang di Kantor Lurah Tompo Balang sebagai percontohan,” jelasnya.

