MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar mulai mematangkan langkah awal perencanaan pembangunan Kebun Raya Daerah.

Hal ini ditandai dengan digelarnya Forum Diskusi Penyusunan Research Design/Instrument Survey (RD/IS) penelitian di Ruang Rapat Kantor BRIDA Kota Makassar, Selasa (12/5).

Diskusi ilmiah ini mengusung tema “Analisis Kesesuaian dan Identifikasi Potensi Lokasi dalam Rangka Penyiapan Kebun Raya Daerah Kota Makassar” Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga : BRIDA Makassar Terima Kunjungan Belajar Mahasiswa FISIP Unhas
Agenda utama pertemuan berfokus pada penyusunan desain penelitian dan instrumen survei yang komprehensif. Dokumen ini nantinya akan menjadi pijakan ilmiah (basis data) dalam memetakan serta menentukan lokasi yang paling ideal dan potensial.
Pembangunan Kebun Raya Daerah ini ditargetkan menjadi kawasan konservasi tumbuhan, paru-paru kota, sekaligus pusat edukasi dan rekreasi yang dirancang secara terencana serta berkelanjutan (sustainable).
Kepala BRIDA Kota Makassar, Haidil Adha, yang memimpin langsung jalannya forum menegaskan pentingnya akurasi instrumen riset ini sebelum tim turun ke lapangan.
Baca Juga : Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA
Menurutnya, sebuah kebijakan pembangunan yang besar harus diawali dengan kajian ilmiah yang presisi.
“Penyiapan Kebun Raya Daerah ini bukan sekadar membangun taman kota, melainkan sebuah investasi lingkungan jangka panjang untuk masa depan Kota Makassar,” ucap Haidil Adha, Selasa (12/5).
“Oleh karena itu, instrumen survei dan desain penelitian yang kita susun hari ini harus benar-benar matang, objektif, dan mampu memotret potensi riil di lapangan secara akurat,” tambahnya.
Baca Juga : BRIDA Makassar Gelar Sidang TPM I, Kaji Pemanfaatan Limbah Ikan dan Cangkang untuk Biodiesel
Ia juga menambahkan keterukuran data lapangan sangat krusial agar pemanfaatan ruang kota ke depan tidak membentur kendala ekologis maupun regulasi.
Melalui riset ini, diharapkan penentuan zonasi kebencanaan, kesuburan tanah, dan ketersediaan air di calon lokasi kebun raya dapat terpetakan dengan baik sejak dini.
Kegiatan forum diskusi yang dimulai tepat pukul 13.00 WITA tersebut berlangsung dinamis dengan menghadirkan tim ahli, peneliti, dan jajaran pimpinan teknis BRIDA Makassar.
Baca Juga : Sekda Makassar Jadi Narasumber PKP Kemendagri: Urai Manajemen Mutu Birokrasi
“Jadi, dokumen rancangan riset yang disepakati dalam forum ini dijadwalkan akan segera diuji coba dalam waktu dekat guna mengawali tahapan survei geospasial dan ekologis di beberapa titik alternatif wilayah Kota Makassar,” ungkapnya. (*)

