Wujudkan Birokrasi Lincah, 56 Inovasi Sektor Kesehatan Lahir dari Tangan CPNS Makassar

Wujudkan Birokrasi Lincah, 56 Inovasi Sektor Kesehatan Lahir dari Tangan CPNS Makassar

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar meluncurkan 56 inovasi hasil karya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Makassar sebagai upaya mempercepat reformasi birokrasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

 

Puluhan inovasi tersebut merupakan hasil pembinaan dan pendampingan BRIDA yang difokuskan untuk menjawab berbagai persoalan pelayanan kesehatan dasar, pencegahan stunting, perlindungan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan efektivitas tata kelola layanan kesehatan di puskesmas.

 

Peluncuran inovasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.

 

Aparatur sipil negara tidak lagi hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga dituntut mampu menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Ketua Tim Inovasi BRIDA Kota Makassar, Dr. Muhammad Amri Akbar, mengatakan seluruh inovasi tersebut lahir melalui proses pembinaan yang sistematis sehingga setiap gagasan memiliki peluang untuk diterapkan secara nyata.

 

“Inovasi tidak boleh berhenti pada sebuah ide. Melalui pendampingan yang terstruktur, kami memastikan setiap gagasan yang lahir dari CPNS memiliki dasar ilmiah, dapat diimplementasikan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin membangun budaya kerja yang menjadikan setiap ASN sebagai agen perubahan di lingkungan kerjanya,” ujar Muhammad Amri Akbar.

 

Menurutnya, proses pengembangan inovasi dilakukan melalui ekosistem digital SIGAP BRIDA yang mengintegrasikan seluruh tahapan inovasi, mulai dari penghimpunan ide, pendampingan, hingga publikasi hasilnya.

 

Tahap awal dilakukan melalui platform SIGAP INOVASI sebagai sarana pengajuan, pengelolaan, serta pemantauan perkembangan inovasi secara digital.

 

Melalui sistem tersebut, setiap inovasi dapat dipantau progresnya, dievaluasi, sekaligus diselaraskan dengan arah pembangunan daerah dan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Makassar.

 

Selanjutnya, para CPNS mengikuti proses inkubasi melalui SIGAP INKUBATORMA (Inkubator Inovasi Makassar).

 

Dalam program tersebut, para inovator memperoleh pendampingan intensif dari tim fasilitator BRIDA, yakni Ikrom Trianto, S.TP., M.Kes., Masriani Mahyuddin, S.E., M.Acc., serta Dr. Ria Rezeki Sudarmin, M.Kes. Pendampingan meliputi penyempurnaan konsep, penerapan metode design thinking, penyusunan prototipe, mitigasi risiko, hingga strategi implementasi inovasi.

 

BRIDA juga menekankan pentingnya akuntabilitas ilmiah dalam setiap inovasi yang dihasilkan.

 

Seluruh hasil kajian, dokumentasi, serta luaran inovasi diintegrasikan ke dalam Open Journal Systems (OJS) sehingga dapat diakses oleh akademisi, mahasiswa, peneliti, maupun pemerintah daerah lain sebagai referensi pengembangan inovasi.

 

Melalui mekanisme tersebut, setiap inovasi tidak hanya memiliki nilai implementatif, tetapi juga didukung kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan berpotensi direplikasi di berbagai daerah.

 

Dari 56 inovasi yang diluncurkan, sebagian besar berfokus pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat, penguatan pelayanan puskesmas, percepatan penurunan stunting, perlindungan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan efisiensi tata kelola pelayanan kesehatan.

 

Peluncuran puluhan inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis BRIDA Kota Makassar dalam menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan aparatur sipil negara sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan. (*)

 

 

 

Berita Terkait
Baca Juga