Wali Kota Munafri Dorong FKUB Perkuat Harmoni dan Kikis Stigma Intoleransi di Makassar

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat toleransi antarumat beragama di kota ini.
Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Ketua FKUB Kota Makassar Prof Arifuddin beserta jajaran di Balai Kota Makassar, Senin (1/12).
Dalam pertemuan itu, Munafri menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, FKUB, dan para tokoh agama untuk menghilangkan stigma nasional yang menyebut Makassar sebagai salah satu kota intoleran.
“Kita selalu dianalogikan sebagai kota yang intoleran, hampir mendekati posisi paling bawah. Padahal di masyarakat sebenarnya tidak seperti itu,” tegasnya.
Menurut Munafri, persepsi negatif tersebut muncul lebih karena pola penyampaian informasi dan metode penilaian tertentu yang membuat Makassar seolah rawan konflik.
“Demo kecil diberitakan besar. Perdebatan antartetangga dianggap konflik antaragama. Ini tantangan yang harus kita benahi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberagaman di Makassar memiliki fondasi yang kuat secara kultural dan telah terbangun sejak lama. Karena itu, perbaikan persepsi publik harus menjadi gerakan kolektif.
“Tugas ini tidak mungkin selesai hanya oleh FKUB atau pemerintah. Semua harus terlibat, terutama para pemimpin agama yang memberikan pemahaman langsung ke masyarakat,” kata Munafri.
Ia juga menekankan bahwa perbedaan akidah tidak boleh menjadi penghalang dalam kehidupan sosial.
“Tidak ada yang bisa menghalangi saya bersahabat dengan siapa pun hanya karena perbedaan keyakinan. Yang salah adalah ketika ada yang melarang orang lain beribadah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Munafri turut mengapresiasi capaian FKUB Makassar yang meraih Harmony Award 2025 sebagai FKUB berkinerja terbaik tingkat nasional.
Ia berharap penghargaan tersebut menjadi pemicu peningkatan program toleransi di Kota Makassar.
“Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tapi jangan membuat kita berpuas diri. Jadikan ini momentum memperkuat kerja-kerja kerukunan agar Makassar keluar dari stigma intoleransi,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Makassar, Prof. Arifuddin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi pengakuan nasional atas kerja kolaboratif antara FKUB dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam membangun iklim keberagaman yang rukun.
Ia juga melaporkan rencana pelaksanaan rapat kerja FKUB pada 15 Desember mendatang dan berharap Wali Kota Makassar dapat hadir untuk membuka kegiatan tersebut.