Wali Kota Munafri Ajak Swasta Bangun Creative Hub Makassar

MAKASSAR. KATABERITA. CO – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kembali menegaskan arah kebijakan pembangunan SDM berbasis kolaborasi multipihak melalui program andalannya, Makassar Creative Hub.
Tak hanya melibatkan pemerintah dan lembaga pelatihan, Munafri juga mengajak sektor swasta untuk aktif ambil bagian dalam menciptakan ekosistem tenaga kerja yang tangguh dan relevan.
Munafri atau akrab disapa Appi secara langsung menginstruksikan Dinas Ketenagakerjaan untuk mempercepat penyusunan nota kesepahaman (MoU) dengan BBPVP.
Namun, lebih jauh dari itu, ia menekankan pentingnya membuka ruang kolaborasi dengan pelaku industri.
“Makassar Creative Hub ini tidak boleh hanya jadi proyek pemerintah. Kita harus ajak sektor swasta untuk duduk bersama, menyusun kebutuhan mereka dan kita siapkan SDM-nya sesuai kebutuhan pasar,” ujar Appi.
Ia mencontohkan sukses model pelatihan TESDA di Filipina, yang sebagian besar dibiayai dan difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti Samsung dan Hyundai.
“Kalau TESDA bisa jadi referensi Asia Pasifik karena dukungan swasta, kenapa kita tidak bisa? Kita punya BBPVP dengan instruktur bersertifikat internasional. Tinggal sinergi,” tambahnya.
Menurut Appi, pendekatan seperti ini akan memberi kepastian bagi peserta pelatihan, sebab kompetensi yang mereka dapatkan langsung terkoneksi dengan kebutuhan industri.
Hal ini sekaligus juga menjawab fenomena masuknya tenaga kerja luar ke Makassar yang kerap lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibanding warga lokal.
Ia menekankan, bentuk dukungan swasta tak harus berupa dana.
Penyediaan pelatih tamu, tempat magang, hingga pengakuan sertifikasi juga bisa menjadi bagian dari kontribusi.
“Kita butuh dukungan strategis. Baik itu pelatihan coding, pengembangan game, barista, maupun content creator semua bisa dilibatkan. Ini bukan hanya tentang skill, tapi tentang jejaring,” ucapnya.
Appi menyebut, Makassar Creative Hub akan dibangun secara inklusif.
Pelatihan tidak hanya akan dilakukan terpusat di BBPVP, namun akan disebar ke kecamatan dengan memanfaatkan fasilitas milik pemerintah kota.
“BBPVP jadi pusat, tapi pelatihannya bisa tersebar. Dengan begitu, semua anak muda di Makassar, dari mana pun latar belakangnya, punya akses yang sama,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Appi menegaskan bahwa Makassar Creative Hub harus menjadi proyek kebersamaan lintas sektor, bukan hanya milik pemerintah kota.
“Ini gerakan bersama. Kami undang perusahaan besar, pelaku UMKM, bahkan komunitas kreatif untuk bergabung. Ini saatnya mencetak SDM Makassar yang unggul dan siap bersaing di mana pun,” tutupnya. (Jie_e)