Wali Kota Makassar Ingatkan Pengelola Dana BOS: Integritas Harga Mati

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengingatkan seluruh pengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar mengedepankan integritas dan akuntabilitas dalam mengelola anggaran pendidikan.
Menurutnya, setiap rupiah dana negara merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan demi menjamin hak masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Pesan tersebut disampaikan Munafri saat membuka Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dalam Pelaksanaan Kegiatan pada Pemerintah Kota Makassar yang digelar Inspektorat Kota Makassar di Novotel Makassar Grand Shayla, Senin (29/6).
Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah UPT SPF SD Negeri, bendahara sekolah, serta perwakilan komite orang tua siswa.
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa korupsi tidak hanya mengakibatkan kerugian keuangan negara, tetapi juga menghilangkan hak masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan melalui pendidikan.
“Harusnya masyarakat menerima haknya secara penuh, tetapi karena korupsi hanya tersisa sebagian kecil. Akibatnya, kesejahteraan yang seharusnya mereka rasakan ikut hilang. Inilah yang membangun kemiskinan secara terstruktur,” ujarnya.
Munafri menekankan, pengelolaan Dana BOS harus dilakukan secara transparan, tertib administrasi, dan sesuai ketentuan.
Ia meminta kepala sekolah maupun bendahara tidak pernah memanfaatkan dana sekolah untuk kepentingan pribadi, meski hanya bersifat sementara.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan persoalan administrasi hingga berujung pada masalah hukum apabila tidak segera diselesaikan.
Ia juga mendorong seluruh pengelola keuangan sekolah membangun komunikasi yang terbuka serta saling mengingatkan agar seluruh penggunaan anggaran terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Munafri mengingatkan agar aparatur tidak menganggap anggaran pemerintah sebagai milik pribadi.
“Jangan pernah mengatakan ‘anggaran saya’. Itu bukan uang kita, tetapi uang negara yang dititipkan kepada kita untuk dikelola dan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut menjadi sistem peringatan dini (early warning system) dalam memperkuat budaya integritas di lingkungan pendidikan.
“Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Saya ingin kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak pernah memberi ruang sedikit pun terhadap praktik korupsi, terutama di dunia pendidikan,” tutupnya.