TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos Perkuat Peran Keluarga Cegah Narkoba

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Dinas Sosial Kota Makassar dalam kegiatan Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN) bertema “Smart Kader, Strong Family: Bersama KRISAN Wujudkan Generasi Sehat Tanpa Narkoba” di Auditorium TP PKK Kota Makassar, Rabu (3/6).
Kegiatan ini diikuti Ketua TP PKK kecamatan se-Kota Makassar, pengurus dan kader PKK, serta sejumlah pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Faridah Kadir.
Dalam sambutannya, Faridah menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertama dan utama dalam melindungi anak-anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Menurut Faridah, kader PKK memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai, kader dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada keluarga mengenai bahaya narkoba dan upaya pencegahannya.
“Melalui kegiatan KRISAN ini, kami berharap seluruh kader semakin cerdas, peduli, dan mampu menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Pencegahan narkoba harus dimulai dari rumah, dari keluarga yang kuat dan harmonis,” ujarnya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan tersebut juga menghadirkan Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar, dr Iman Firmansyah, sebagai narasumber.
dr Iman memaparkan kondisi penyalahgunaan narkoba di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.
Berdasarkan data klien rehabilitasi yang dipaparkan, Kota Makassar menjadi daerah dengan jumlah klien rehabilitasi tertinggi di Sulawesi Selatan.
Dari total 280 klien rehabilitasi yang tercatat, kelompok usia 18 hingga 25 tahun mendominasi dengan jumlah 113 orang.
“Artinya, generasi muda kita menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Ini menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius melakukan pencegahan sejak dini,” jelasnya.
Selain memaparkan data, dr Iman juga menjelaskan berbagai jenis narkoba beserta dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, produktivitas, hingga hubungan sosial dan keluarga.
Peserta turut diberikan pemahaman mengenai tahapan rehabilitasi yang dijalankan di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, mulai dari asesmen, terapi, konseling, hingga pendampingan pascarehabilitasi.
Materi lainnya disampaikan Kepala UPT Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, Masri.
Ia menjelaskan berbagai program rehabilitasi sosial yang dijalankan UPT RPTC dalam mendampingi masyarakat yang membutuhkan pemulihan dan perlindungan sosial.
Masri menekankan pentingnya peran keluarga dalam pencegahan maupun proses pemulihan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, perhatian, komunikasi yang baik, dan pengawasan dari keluarga menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan diri anak dan remaja.
“Masalah narkoba bukan hanya masalah individu, tetapi masalah sosial yang menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh kader TP PKK untuk terus mengedukasi masyarakat, memperkuat fungsi keluarga, serta aktif melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” katanya.
Menutup kegiatan, Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar, Syahriati Syahrum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya program KRISAN.
Ia menegaskan bahwa upaya mewujudkan generasi sehat tanpa narkoba harus dimulai dari keluarga.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam menekan berbagai persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Dimulai dari membentengi keluarga, insya Allah lambat laun kita dapat menurunkan berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” tutupnya.