Tinjau Urban Farming Tallo, Munafri: Lahan Terbatas Bisa Jadi Sumber Penghasilan

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, meninjau kawasan urban farming sekaligus melakukan panen bersama warga di Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, Jumat (19/6).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mendorong pemanfaatan lahan perkotaan secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan ekonomi keluarga.
Munafri bersama Melinda Aksa meninjau berbagai fasilitas yang dikembangkan warga, mulai dari area budidaya sayuran, kolam ikan, kandang ayam, teba modern, lubang biopori, hingga pemanfaatan eco enzyme sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Munafri turut memanen sejumlah sayuran hasil budidaya masyarakat setempat.
Wali Kota Munafri Arifuddin mengapresiasi inisiatif warga dan pemerintah kecamatan dalam mengembangkan urban farming sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas di kawasan perkotaan.
“Hari ini kita melihat langsung bagaimana masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan urban farming. Ini kegiatan yang sangat positif karena selain mendukung kebutuhan pangan keluarga, juga bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat,” ujar Munafri.
Menurutnya, urban farming merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk bercocok tanam selama masyarakat memiliki kemauan dan kreativitas dalam memanfaatkan ruang yang tersedia.
“Dengan cara ini, masyarakat tetap bisa bercocok tanam meskipun tinggal di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang,” katanya.
Munafri menjelaskan, urban farming dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai ruang yang tersedia, seperti pekarangan rumah, lahan kosong, balkon, atap bangunan, maupun dinding yang dimanfaatkan sebagai media tanam vertikal.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk mulai mengembangkan pertanian perkotaan dari skala kecil dengan menanam komoditas yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai konsumsi tinggi, seperti kangkung, bayam, cabai, dan tomat.
“Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Tidak harus dengan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, masyarakat sudah bisa menghasilkan kebutuhan pangan untuk keluarga,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Tallo, Andi Husni, mengatakan kunjungan Wali Kota Makassar menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan urban farming yang selama ini dijalankan masyarakat di wilayahnya.
Menurut Husni, kehadiran Munafri memberikan motivasi bagi warga untuk terus mengembangkan kawasan pertanian perkotaan hingga ke tingkat kelurahan dan RT/RW.
“Kunjungan Bapak Wali Kota memberikan semangat bagi kami agar program urban farming terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kecamatan Tallo saat ini menargetkan pengembangan sekitar 50 titik urban farming yang tersebar di berbagai kelurahan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan lokal.
Selain budidaya tanaman, kawasan urban farming di Kelurahan Tammua juga mengintegrasikan kegiatan peternakan, perikanan, pengelolaan sampah organik, dan konservasi lingkungan dalam satu lokasi.
“Kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai lahan pertanian perkotaan, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” kata Husni.
Ia menambahkan, kawasan tersebut akan menjadi lokasi pameran urban farming dan peluncuran Sentra Tukar Sampah yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 20 Juni, besok.
Ke depan, area tersebut juga direncanakan menjadi pasar tani yang beroperasi setiap akhir pekan sebagai wadah pemasaran hasil pertanian warga, produk UMKM, dan berbagai produk olahan lokal.
Menurut Husni, inovasi lain yang dikembangkan adalah pemanfaatan kontainer bekas yang sebelumnya digunakan pada masa pandemi Covid-19 menjadi fasilitas Sentra Tukar Sampah.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Dengan dukungan Pemkot Makassar, Kecamatan Tallo optimistis urban farming dapat terus berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat perkotaan yang mampu mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan warga, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (*)