Tindaklanjuti Perintah Wali Kota, Balitbangda Turunkan Tim Awasi Penanaman Satu Juta Polybag di Lorong Wisata

Tindaklanjuti Perintah Wali Kota, Balitbangda Turunkan Tim Awasi Penanaman Satu Juta Polybag di Lorong Wisata

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar ikut ambil bagian dalam menyukseskan program satu juta polybag gerakan terus menanam yang dicanangkan pada akhir Februari 2023 lalu.

Kepala Balitbangda Makassar Andi Bukti Djufri menyampaikan pihaknya diberikan amanah oleh Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto pascapencanangan untuk memantau dan mengecek sekaligus memonitoring progres program tersebut.

“Tugas kami, Balitbangda sudah membentuk tim untuk melakukan kunjungan atau pengecekan di masing-masing lorong wisata,” kata Andi Bukti Djufrie.

Tugas yang diberikan, lanjut Andi Bukti cukup sentral sebab akan menjadi acuan dalam setiap rapat koordinasi pemantauan progres capaian dari program satu juta polybag yang tersebar di seribu lorong wisata.

“Jadi kalau ada rapat koordinasi bersama pak wali maupun ibu wawali dan seluruh OPD, maka Balitbangda punya tugas untuk memaparkan sejauh mana progres teman-teman lurah di masing-masing lorong wisatanya di setiap kecamatan, itu kita akan laporan ke pimpinan,” jelasnya.

Dengan adanya tim yang dibentuk Balitbangda, maka progres dari program ini dapat terlihat dengan jelas. Misalnya di Kelurahan A Lorong Wisata B ada yang tanamannya sudah mati atau gagal tumbuh.

“Itu semua kita laporkan, termasuk pelibatan partisipasi masyarakat yang ada di lorong itu. Itu semua akan kita lakukan penilaian kepada masing-masing kecamatan, lurah, dan setiap lorong wisata yang ada di Makassar,” ujagnya.

Untuk memastikan program satu juta polybag gerakan terus menanam berjalan sukses, Andi Bukti telah menurunkan lima tim.

Tim yang diturunkan bahkan dilengkapi dengan SK yang ditandatangani Kepala Balitbangda Makassar Andi Bukti Djufri. Tim yang dibentuk khusus pegawai di jajaran Balitbangda. Tidak melibatkan pihak luar.

Satu tim menangani beberapa kecamatan. Mereka, lanjut Bukti akan turun ke lapangan berkoordinasi dengan lurah dan dewan lorong untuk untuk mengetahui persis pertumbuhan dan progres tanaman dalam polybag

“Nanti saya buatkan dasbord yang berisi progres laporan dari tim di lapangan. Jadi keliatan kalau ada tanaman yang mati berarti tidak dilakukan penanaman kembali,” ungkap Andi Bukti.

“Misalnya di Kelurahan A bagus progresnya, artinya kegiatan di sana bagus. Teman-teman dewan lorong dan lurah di situ memonitor terus perkembangan program ini, tapi kalau ada yang mati beberti pak lurah tidak monitor itu,” tegasnya.

Berita Terkait
Baca Juga