Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di PDAM Makassar

Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di PDAM Makassar

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Makassar menggelar sosialisasi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai di Kantor Wilayah Pelayanan IV, Jalan Ratulangi, Jumat (24/7).

Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham yang mendorong seluruh transaksi pada badan usaha milik daerah dilakukan secara nontunai atau cashless.

Sosialisasi dibuka langsung oleh Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Wirda Fauzah Madjid, yang dihadiri pejabat struktural perusahaan, jajaran Wilayah Pelayanan IV, serta perwakilan PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai mitra penyedia sistem pembayaran digital.

Dalam sambutannya, Wirda mengungkapkan bahwa PDAM Makassar saat ini telah mencatat sekitar 88% transaksi pelanggan dilakukan secara nontunai.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 12% pelanggan yang melakukan pembayaran secara tunai sehingga menjadi fokus edukasi perusahaan.

“Perusahaan telah mendapat arahan dari Bapak Wali Kota agar seluruh transaksi pembayaran dilakukan secara nontunai. Karena itu, sisa 12 persen pelanggan yang masih membayar secara tunai menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk terus diedukasi,” ujar Wirda.

Menurut dia, penggunaan QRIS menjadi salah satu alternatif yang dapat mempermudah pelanggan dalam bertransaksi.

Selain melalui aplikasi PAMNAS, pelanggan juga dapat membayar tagihan melalui berbagai platform digital seperti mobile banking, OVO, ShopeePay, Tokopedia, maupun aplikasi pembayaran lainnya yang telah terintegrasi.

Ia meminta seluruh petugas, khususnya kasir di setiap wilayah pelayanan, aktif memberikan informasi kepada pelanggan mengenai berbagai pilihan pembayaran digital tersebut.

Apabila pelanggan belum memiliki aplikasi pembayaran tertentu, mereka tetap dapat memanfaatkan fasilitas QRIS yang disediakan melalui kerja sama dengan BNI.

“Harapan direksi ke depan seluruh pelanggan sudah beralih menggunakan pembayaran secara nontunai. Karena itu saya meminta seluruh petugas di wilayah benar-benar memahami teknis penggunaan QRIS agar nantinya tidak ada kendala saat melayani pelanggan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan BNI, Hardinas, menjelaskan bahwa mesin pembayaran digital yang disediakan di seluruh Wilayah Pelayanan PDAM Makassar mampu melayani berbagai metode transaksi tanpa uang tunai.

Pelanggan dapat membayar menggunakan kartu debit, kartu kredit, mobile banking dari berbagai bank, hingga dompet digital seperti OVO, GoPay, ShopeePay, dan layanan pembayaran berbasis QRIS lainnya.

Menurut Hardinas, sistem tersebut memberikan fleksibilitas bagi masyarakat.

Pelanggan yang datang ke kantor pelayanan tanpa membawa uang tunai maupun dompet tetap dapat menyelesaikan pembayaran cukup menggunakan telepon genggam melalui pemindaian QRIS.

“Semua pembayaran dapat diakomodasi melalui sistem digital yang kami siapkan. Mau menggunakan kartu, QRIS, e-wallet, maupun mobile banking semuanya bisa dilakukan di loket pelayanan,” ujarnya.

Tak hanya melayani pembayaran pelanggan individu, BNI juga menyediakan fasilitas Virtual Account (VA) bagi mitra maupun instansi yang melakukan pembayaran secara jarak jauh.

Nomor Virtual Account dapat dikirim kepada mitra sehingga proses transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan terdokumentasi secara digital.

Melalui sosialisasi ini, PDAM Makassar berharap transformasi menuju layanan pembayaran digital dapat semakin meningkatkan kemudahan, keamanan, dan efisiensi transaksi pelanggan sekaligus mendukung kebijakan Pemkot Makassar dalam mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang modern dan sepenuhnya berbasis nontunai.

Berita Terkait
Baca Juga