Tahun Kedua Program Longwis, Fatmawati Rusdi Harap Ekonomi Masyarakat dalam Lorong Terus Berputar

Tahun Kedua Program Longwis, Fatmawati Rusdi Harap Ekonomi Masyarakat dalam Lorong Terus Berputar

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Memasuki tahun kedua program Lorong Wisata, Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati Rusdi berharap ekonomi masyarakat di dalam lorong terus bergerak.

Pasalnya, selain menjadi salah satu upaya menekan inflasi. Program Lorong Wisata juga diharap mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Karenanya itu, Fatmawati Rusdi menekankan agar sinergitas camat dan lurah lebih ditingkatkan lagi mengingat Program Lorong Wisata sudah memasuki tahun kedua.

“Ini sudah masuk tahun kedua kerja sama camat dan lurah harus lebih ditingkatkan karena kita target seribu lorong per tahun,” kata Fatmawati Rusdi saat memimpin Rapat Kordinasi terkait Lorong Wisata, di Lantai 11 Kantor Balai Kota, Selasa (2/5).

Untuk tahun kedua ini, kata Fatmawati Rusdi, Lorong Wisata harus lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Seperti, UMKM harus lebih aktif, budidaya tanaman polybag-nya harus lebih banyak dan produktif.

Selain itu, Kelompok Wanita Tani (KWT) harus lebih massif melakukan budidaya. Hal itu dilakukan agar Lorong Wisata memiliki daya tarik untuk dikunjungi.

“Harapan kita wisatawan yang berkunjung ke Lorong Wisata bisa mengadopsi apa yang diterapkan di sana. UMKM-nya lebih aktif lagi, buat ciri khas agar perputaran ekonomi lancar juga,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahangan Pangan (DKP) Kota Makassar Mahyuddin mengungkapkan jika jumlah Lorong Wisata di Kota Makassar hingga April 2023 sudah mencapai 1.710 lorong.

“Sesuai RPJMD targetnya 1.000 lorong per tahun. Tahun ini insyaAllah capai target,” ungkapnya.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan Mahyuddin untuk mencapai target yakni dengan memberikan bantuan berupa pupuk, polybag, dan bibit tanaman ke setiap KWT di kelurahan.

“Syaratnya di Lorong Wisata harus membentuk dulu KWT dan aktif baru kita bisa memberi bantuan. Agar urban farming yang akan dibuat bisa terlaksana,” sebutnya.

Mahyuddin juga berharap adanya intervensi camat dan lurah untuk membantu mencapai target 2.000 lorong wisata untuk tahun 2023.

Berita Terkait
Baca Juga