SIGAP PESISIR Pangkas Waktu Respons Bencana Jadi 15 Menit

SIGAP PESISIR Pangkas Waktu Respons Bencana Jadi 15 Menit

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Waktu respons penanganan bencana di wilayah pesisir Kota Makassar yang sebelumnya rata-rata mencapai 90 menit kini berhasil dipangkas menjadi sekitar 15 menit.

Capaian tersebut menjadi hasil awal penerapan SIGAP PESISIR (Sistem Informasi Gerak Cepat Pesisir), inovasi yang dikembangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar.

Inovasi ini juga diikutsertakan dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.

Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan SIGAP PESISIR hadir untuk menjawab tantangan utama penanggulangan bencana di kawasan pesisir, yakni lambatnya alur penyampaian informasi dan belum terintegrasinya sistem peringatan dini berbasis masyarakat.

Melalui inovasi tersebut, BPBD membangun ekosistem yang menghubungkan masyarakat, kelurahan, kecamatan, hingga BPBD dalam satu sistem terpadu berbasis komunikasi digital dan pemantauan secara real time.

“Kecepatan respons adalah faktor yang menentukan keselamatan jiwa. SIGAP PESISIR membangun ekosistem yang menghubungkan masyarakat, kelurahan, kecamatan, dan BPBD dalam satu sistem yang terintegrasi,” ujar Fadli, Kamis (30/7).

SIGAP PESISIR mengintegrasikan standar operasional prosedur (SOP), jejaring Kelurahan Tangguh Bencana (KALTANA), Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA), dashboard pemantauan, serta mekanisme komunikasi digital yang memungkinkan setiap laporan kejadian bencana diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Menurut Fadli, percepatan respons tersebut membuat proses pengambilan keputusan hingga mobilisasi personel dan sumber daya ke lokasi bencana menjadi lebih efektif.

Dampaknya tidak hanya meningkatkan kecepatan layanan, tetapi juga memperbesar peluang penyelamatan warga saat terjadi keadaan darurat.

SIGAP PESISIR merupakan proyek perubahan yang dikembangkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Proyek ini telah melalui seminar dan uji proyek perubahan yang diuji Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar Muhammad Aswad, serta mendapat pendampingan dari Coach PKN Tingkat II, Nurwahyud Anti.

Fadli berharap inovasi tersebut tidak hanya menjadi representasi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam IGA 2026, tetapi juga dapat menjadi model yang direplikasi oleh daerah-daerah pesisir lainnya di Indonesia.

“Harapan kami, inovasi ini dapat menjadi referensi nasional bagi daerah-daerah pesisir dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh. SIGAP PESISIR menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kebencanaan yang cepat, terintegrasi, berbasis komunitas, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tutupnya.

Berita Terkait
Baca Juga