SERAMBI 2026: Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah

SERAMBI 2026: Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan kembali menyelenggarakan kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 pada 19 Februari 2026 di Makassar.

Kegiatan ini bertujuan memenuhi kebutuhan uang Rupiah layak edar bagi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menjaga tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada keluarga dan kerabat.

SERAMBI 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda.

Turut hadir Ketua MUI Sulawesi Selatan Nadjamuddin Abduh Shafa, Ketua Perbanas Sulawesi Selatan Harry Edward Kwenre, Deputi Kepala Perwakilan BI, perwakilan perbankan, pengurus yayasan masjid wilayah Kota Makassar, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam pelaksanaan tahun ini, BI Sulsel menyiapkan 26.143 paket penukaran uang baru yang tersebar di 120 titik layanan. Jumlah tersebut meningkat 61 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 sebanyak 16.243 paket.

Peningkatan ini sejalan dengan kebutuhan uang kartal pada periode Ramadan 2026 yang diproyeksikan tumbuh 5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp4,5 triliun.

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan peningkatan kebutuhan uang tunai tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

“Peningkatan kebutuhan uang kartal ini sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Kami memastikan ketersediaan uang layak edar dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Rizki.

BI Sulsel bersama 31 perbankan berkomitmen memberikan layanan optimal selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Adapun layanan penukaran uang yang disediakan meliputi Layanan Penukaran Sinergi Perbankan sebanyak 7.000 paket, dilaksanakan pada 24 Februari hingga 13 Maret 2026 di 70 loket bank, terdiri atas 20 loket di Makassar dan 50 loket di luar Makassar.

Layanan Ritel Rumah Ibadah sebanyak 3.000 paket, berlangsung pada 24 Februari hingga 10 Maret 2026 di 10 masjid, yakni empat di Makassar dan enam di luar kota (Kabupaten Gowa, Takalar, Enrekang, Pangkep, Malili, dan Kepulauan Selayar).

Layanan Terpadu sebanyak 12.000 paket, digelar pada 25 Februari hingga 12 Maret 2026 sebanyak 12 kali di tujuh lokasi, yakni Gedung Balai Prajurit M. Jusuf Makassar, Balla Lompoa Gowa, Masjid Al Markaz Maros, Gedung Amatoa Bulukumba, Islamic Center Parepare, Hotel Novena Bone, serta Pelataran Ruang Pola Kantor Wali Kota Palopo.

Layanan Tematik (Serambi Phinisi) sebanyak 600 paket, dilaksanakan pada 8 Maret 2026 di Pulau Tanakeke (Kabupaten Takalar), Pulau Lae-Lae, dan Pulau Barang Lompo.

Setiap masyarakat dapat menukarkan uang maksimal Rp5,3 juta per orang dengan rincian sebagai berikut: pecahan Rp50.000 sebanyak 50 lembar (Rp2,5 juta); Rp20.000 sebanyak 50 lembar (Rp1 juta); Rp10.000 sebanyak 100 lembar (Rp1 juta); Rp5.000 sebanyak 100 lembar (Rp500 ribu); Rp2.000 sebanyak 100 lembar (Rp200 ribu); dan Rp1.000 sebanyak 100 lembar (Rp100 ribu).

Selain itu, masyarakat juga dapat menukarkan Uang Rupiah Khusus (URK) pecahan Rp75.000 maksimal 200 lembar atau senilai Rp15 juta per orang.

Untuk melakukan penukaran, masyarakat wajib melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR (pintar.bi.go.id), hadir sesuai jadwal dan lokasi yang tertera pada bukti pemesanan, serta membawa bukti pemesanan, uang Rupiah yang akan ditukarkan, dan kartu identitas (KTP).

Rizki juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kualitas uang Rupiah. “Kami mengimbau masyarakat untuk merawat uang dengan prinsip 5J, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. Selain itu, masyarakat perlu waspada terhadap uang palsu dengan menerapkan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan SERAMBI 2026 yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi Bank Indonesia dan seluruh perbankan yang telah bersinergi menghadirkan layanan penukaran uang layak edar bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Program ini menjadi momen istimewa di bulan Ramadan karena membantu masyarakat memenuhi kebutuhan transaksi sekaligus menjaga tradisi berbagi di Hari Raya,” ujar Fatmawati. (*/Ira)

Berita Terkait
Baca Juga