Sekda Makassar Turun ke Sekolah, Bagikan Masker untuk Lindungi Siswa Akibat Kualitas Udara Buruk

Sekda Makassar Turun ke Sekolah, Bagikan Masker untuk Lindungi Siswa Akibat Kualitas Udara Buruk

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, membagikan masker secara langsung kepada para peserta didik di SMPN 6 Makassar, Rabu (14/10).

Langkah ini diambil sebagai respons cepat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar atas memburuknya kualitas udara di wilayah Kota Makassar akibat paparan kabut asap dan polusi.
​
Dalam sambutannya di hadapan para siswa dan tenaga pendidik, Andi Zulkifly menjelaskan kualitas udara di Kota Makassar dalam dua hari terakhir berada pada kondisi yang sangat tidak sehat.

Hal tersebut didasarkan pada data dan hasil pemantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
​
“Hari ini kita bagikan masker kepada anak-anakku semua. Kenapa harus pakai masker? Karena telah terjadi pencemaran udara. Kita lihat cuaca tidak hujan dan cerah, tetapi banyak asap,” ucap Sekda Makassar, Andi Zulkifly.

Berdasarkan data BMKG melalui alat pengukur kualitas udara, kondisi udara Makassar dua hari ini sampai beberapa hari ke depan berada dalam kategori sangat tidak baik,” tambahnya.
​
Andi Zul–sapaan akrabnya–memaparkan, penumpukan kabut asap di langit Makassar dipicu oleh maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah, baik di dalam maupun di luar Sulawesi Selatan, yang terbawa pergerakan angin timur ke tenggara.
​
“Sumbernya yang utama adalah kebakaran hutan. Bukan hanya di luar Sulawesi Selatan seperti Kalimantan, Riau, dan Papua, tetapi juga di dalam Sulsel sendiri, seperti di Maros, Gowa, dan Pompanua. Asap ini terbawa angin dari timur ke tenggara menuju wilayah kita,” terangnya.
​
Selain faktor karhutla kiriman, Sekda Makassar menyoroti tingginya volume emisi kendaraan bermotor di Makassar serta maraknya kebiasaan masyarakat yang membakar sampah sembarangan.

Ia mengimbau para siswa untuk turut menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan tempat tinggal masing-masing.
​
“Kendaraan di Makassar sangat banyak, terutama sepeda motor. Ditambah lagi masih banyak warga yang membakar sampah. Saya minta anak-anakku sampaikan ke orang tua dan tetangga di rumah, jangan membakar sampah,” paparnya.

“Ingatkan juga orang tua untuk berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah karena kualitas udara sedang tidak sehat,” tutur mantan Camat Ujung Pandang tersebut.
​
Untuk mengantisipasi dampak gangguan kesehatan seperti iritasi tenggorokan hingga pemburukan penyakit pernapasan (asma), Sekda Zulkifly menginstruksikan pihak sekolah untuk memindahkan seluruh aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) dan olahraga ke dalam ruangan.
​
“Saya berharap kepada kepala sekolah dan Bapak/Ibu guru, tolong aktivitas belajar dan olahraga untuk anak-anak kita jangan di luar kelas. Perbanyak aktivitas di dalam kelas atau di dalam rumah untuk satu minggu terakhir ini, sambil kita berdoa agar kebakaran hutan cepat padam dan udara kembali bersih,” tegasnya.

Kendati status kualitas udara berada pada level yang memprihatinkan, ia mengonfirmasi Dinas Kesehatan belum mencatat adanya lonjakan kasus penyakit respirasi secara signifikan.

Oleh karena itu, Pemkot Makassar belum memberlakukan kebijakan meliburkan siswa sekolah maupun pegawai instansi.

Sumber Utama PM2.5

Emisi Kendaraan (Terutama mesin diesel) Asap Industri dan Pembangkit Listrik (Batu bara dan Bahan bakar fosil) Pembakaran Terbuka (Sampah, limbah pertanian dan Kebakaran hutan) Debu Konstruksi dan aktivitas rumah tangga (Memasak, merokok).

PM2.5 dapat berasal dari berbagai aktivitas manusia maupun sumber alami.

Misal aktivitas manusia, Pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor, emisi pembangkit listrik (seperti batu bara), proses industri, pembakaran sampah, serta asap rokok.

Sumber alami seperti debu, jelaga, spora tanaman, serbuk sari, dan asap akibat kebakaran hutan, Reaksi kimia yaitu terbentuk dari reaksi gas-gas polutan di atmosfer seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida.

Dampak bagi Kesehatan

Karena ukurannya yang sangat mikroskopis, PM2. 5 tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan sangat mudah terhirup masuk ke dalam saluran pernapasan bagian dalam hingga menembus ke aliran darah.

Dampak jangka pendek, iritasi mata, hidung, tenggorokan, serta memperparah gejala asma.

Dampak jangka panjang, Penyakit jantung, bronkitis, penurunan fungsi paru-paru, stroke, hingga risiko kanker paru-paru.

Cara melindungi diri yakni menggunakan masker N95 atau masker khusus polusi saat berada diluar ruangan.

Pantau indfeks kualitas udara secara berkala Kurangi aktivitas diluar ruang saat udara sedang buruk. Nyalakan penjernih udara (Air purifier) di dalam rumah.
​
“Dampak kesehatan sejauh ini belum menunjukkan adanya kedaruratan medis, sehingga kita belum mengambil kebijakan meliburkan pegawai atau anak sekolah. Namun, langkah-langkah pencegahan harus segera berjalan,” tegasnya.
​
Sebagai tindak lanjut, Sekda Makassar Andi Zulkifly menginstruksikan sejumlah langkah strategis.

Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pemantauan harian di setiap Puskesmas dan Rumah Sakit Daya terkait perkembangan penyakit terdampak polusi, serta menyalurkan bantuan masker medis ke sekolah-sekolah dan masyarakat.

Dinas Kominfo dan DLH berkoordinasi secara berkala dengan BMKG untuk memperbarui informasi kualitas udara harian melalui saluran aplikasi resmi pemerintah dengan penyampaian bahasa yang mudah dipahami publik.

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar): Mengagendakan sosialisasi pencegahan kebakaran secara masif di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Satpol PP dan Dinas Perhubungan: Memberikan imbauan penggunaan masker bagi pengguna jalan serta menjadi contoh kedisiplinan di lapangan. (*)

Berita Terkait
Baca Juga