Segera Terealisasi, Sudirman Loop Bakal Jadi Pilot Project Transportasi Publik yang Sehat di Makassar

Segera Terealisasi, Sudirman Loop Bakal Jadi Pilot Project Transportasi Publik yang Sehat di Makassar

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mendukung Sistem Transportasi Antar Moda Terpadu di Kawasan Jalan Sudirman, Makassar.

Program ini merupakan kerja sama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) World Resources Institute (WRI) dengan Pemerintah Kerajaan Inggris.

Pemerintah Kerajaan Inggris yang menjadi pendonor moda transportasi publik ramah lingkungan dan sehat ini.

“Saya senang sekali ada project seperti ini. Konsep loop itu bagus, bisa menjangkau titik-titik bangkitan penumpang yang mengintegrasikan bangkitan baru. Kalau pilotnya hanya ingin memulai bahwa ada publik transportasi di tengah kota maka silahkan jalan,” kata Danny Pomanto, usai menerima kunjungan WRI di kediamannya, Senin (30/1) malam.

Namun Danny Pomanto menyarankan agar ke depannya dapat diprogram lebih besar lagi bukan hanya di tengah kota.

“Bisa rutenya dari Kampus Unhas ke Sirkuit, Sport Center, Newport lalu masuk ke pusat kota, ke Downtown (Pantai Losari) terus berputar begitu, loop aja dulu begitu. Bangkitannya pasti tinggi. Apalagi dengan sistem dua rel, keren itu,” sarannya.

Bahkan Danny Pomanto memperkirakan di wilayah Biringkanaya dan Tamalanrea saja bangkitannya sudah bisa mencapai 50% dari total ratusan ribu jumlah penduduk di sana.

“Harus ada gagasan lebih besar dari Sudirman Loop seperti Makassar Loop. Lebih general yang menghubungkan kecamatan-kecamatan, sehingga potensi bangkitan dan tarikannya dapat diakomodasi,” ungkapnya.

Senior Transport Specialist WRI Indonesia for Makassar Prof Sakti Adji Adisasmita mengatakan Kerajaan Inggris rencana memberikan anggaran donor perihal sistem transportasi di Kota Makassar.

Olehnya itu, pihaknya memulai dengan project yang kecil dahulu dengan konsep Pilot Project di Sudirman Loop.

“Jadi bagaimana konsepnya transportasi antar moda yang sehat tidak hanya pejalan kaki, sepeda tetapi di situ ada konektivitas antarmoda. Misalnya transportasi publik dengan skala lebih kecil sehingga frekuensi putaran dari Sudirman Loop itu bisa terlayani dengan baik dan meminimalkan transportasi pribadi,” kata Prof Sakti.

Dengan sistem transportasi antar moda, kata Prof Sakti, perlu adanya penempatan simpul-simpul di beberapa tempat di wilayah Sudirman Loop seperti dalam bentuk Transportasi Oriented Development (TOD) dalam skala yang lebih kecil karena lahan tersedia makanya simpul ditingkatkan agar terjadi integrasi moda.

Olehnya di kawasan itu pula bakal menarik wisatawan untuk berkunjung di sana dan bertransportasi sehat di sana.

“Selanjutnya akan dikembangkan di beberapa titik di Makassar dan yang kecil bisa dikembangkan dan digabung secara terintegrasi. Sehingga pusat kota tidak hanya jadi tujuan tetapi destinasi wisata dan kuliner,” ucapnya.

Dalam waktu dekat program itu akan terealisasi. 31 Januari,m akan ada webinar dengan tema Sistem Transportasi Antar Moda Terpadu di Kawasan Sudirman Loop Kota Makassar.

Setelah itu baru rencananya pada Maret 2023 nanti pihak embassy dari Kerajaan Inggris akan hadir dan bertemu Wali Kota Makassar Danny Pomanto untuk pembicaraan selanjutnya.

Berita Terkait
Baca Juga