Respon Cepat Abrasi Pantai, BPBD Makassar Tinjau Pulau Kodingareng

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait abrasi pantai di Pulau Kodingareng, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersama Camat Kepulauan Sangkarrang dan Lurah Kodingareng bergerak cepat menuju lokasi, Sabtu (10/1) malam.
Tanpa menunggu waktu lama, rombongan yang terdiri dari TRC BPBD Makassar, Camat Kepulauan Sangkarrang Andi Asdar, serta Lurah Kodingareng langsung menyeberang ke Pulau Kodingareng untuk melakukan pengecekan awal, asesmen lapangan, dan memastikan kondisi warga terdampak abrasi.
Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat atas laporan warga yang mengkhawatirkan dampak abrasi pantai terhadap permukiman serta fasilitas umum di wilayah pesisir pulau.
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menegaskan bahwa kecepatan merespons laporan masyarakat merupakan prinsip utama kerja Tim Reaksi Cepat.
“Kalau menunggu besok pagi, bukan TRC namanya,” ujar Fadli Tahar.
“Aduan warga adalah alarm kemanusiaan. Begitu ada laporan, kami harus bergerak. Malam hari, hujan, atau gelombang, selama masih memungkinkan dan aman, kami tetap turun ke lapangan,” Fadli melanjutkan.
Ia menambahkan, kehadiran langsung di lokasi sangat penting untuk memperoleh data riil sebagai dasar pengambilan langkah penanganan lanjutan secara tepat dan terukur.
Sementara itu, Camat Kepulauan Sangkarrang Andi Asdar menyampaikan apresiasinya atas sinergi cepat lintas unsur dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat kepulauan.
“Ini bentuk komitmen pemerintah wilayah. Ketika warga menyampaikan keluhan, kami tidak boleh menunda. Kehadiran pemerintah di lapangan penting agar masyarakat merasa didampingi dan dilindungi,” ujarnya.
Lurah Kodingareng turut mendampingi tim selama perjalanan dan peninjauan lapangan, memastikan aspirasi dan informasi dari warga tersampaikan langsung kepada tim teknis.
Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara BPBD, pemerintah kecamatan, dan kelurahan dalam menghadirkan respons cepat dan sigap terhadap potensi bencana pesisir, khususnya di wilayah kepulauan yang rentan terhadap abrasi.