Prof Husain Syam Harap Mahasiswa UNM Ikuti Jejak Pemikiran dan Kepemimpinan Ir Soekarno

Prof Husain Syam Harap Mahasiswa UNM Ikuti Jejak Pemikiran dan Kepemimpinan Ir Soekarno

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kuliah umum kebangsaan di Ballroom Teather Pinisi UNM, Senin (6/3).

Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto hadir sebagai narasumber dan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa UNM.

Kuliah umum tersebut mengusung tema Reaktualisasi Pemikiran Bung Karno Saat ini, Menyongsong Indonesia Emas 2045 sebagai Negara Poros Maritim Dunia.

Rektor UNM Prof Husain Syam berharap mahasiswa hari ini bisa mengikuti jejak pemikiran dan kepemimpinan founding fathers Indonesia Ir Soekarno.

Tema ini menurutnya sangat menarik karena akan mengantarkan pikiran dan pemahaman kepada civitas akademika UNM tentang sosok negarawan sejati sang proklamator kemerdekaan Presiden pertama RI.

Ia juga membeberkan UNM adalah kampus yang sudah terakreditasi A sejak 2017 dan sekarang terakreditasi unggul dan berada pada rangking 27 dari 4527 PTN/PTS se-Indonesia.

“Semoga dengan kuliah umum ini mampu memberi penyegaran dalam peningkatan wawasan bagi civitas akademika dari para cendekiawan, tokoh atau expert sesuai bidangnya,” beber Prof Husain Syam.

Selain itu, ia menyampaikan dirinya sering melihat di dinding ruang kelas sewaktu masih duduk dibangku sekolah dasar, bahwa Soekarno menitipkan negeri ini dengan penuh perjuangan kepada generasi muda penerus bangsa.

“Jadi silah negara ini dengan SDM yang berkualitas sehingga negara ini bisa maju dan berdaya saing unggul, kira-kira begitu makna dari setiap perkataan Bung Karno ketika melihat di dinding ruang kelas sekolah,” ungkapnya.

Karena itu, Prof Husain Syam mengajak kepada seluruh mahasiswa dan para generasi muda agar mengisi ruang-ruang intelektual dengan buah pemikiran yang pernah diaktualisasikan Bung Karno dalam menjalankan kepemimpinan di mana pun organisasi itu.

“Betapa pemuda itu selalu menjadi kata kunci, mulai dari pergerakan 1908, 1928, 1945, 1966, dan 1998,” ujar Prof Husain Syam.

“Semua pergerakan revolusi itu pasti dilakukan kawulah muda, dan itu sangat cocok dengan perkataan Bung Karno bahwa berikan aku 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto hadir sebagai narasumber mengupas buah pemikiran dari Bung Karno sebagai pemimpin terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Dalam paparan kuliah umum kebangsaan yang dibawakan, ia meminta mahasiswa berani memupuk spirit kepemimpinan Indonesia di tingkat dunia dengan mengaktualisasikan pemikiran Soekarno.

Ia juga menyinggung peran Perguruan Tinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan mahasiswa agar bisa merespons keadaan saat ini bagaimana menyongsong generasi emas pada 2045 mendatang.

“Yang harus dilakukan bagaimana memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, lewat perbanyakan riset dan inovasi,” ujar Hasto Kristiyanto

“Selain itu, kampus juga harus bisa melakukan kaderisasi kepemimpinan untuk menciptakan generasi emas bangsa,” lanjutnya.

Menurutnya, bagaimana masyarakat hari ini membangun kesadaran cara pandang geopolitik Soekarno dalam mendayagunakan seluruh instrumen dari potensi yang dimiliki untuk kemajuan pembangunan dan pertahanan negara.

“Sesuai hasil penelitian saya dalam disertasi mengenai pemikiran geopolitik Soekarno di Universitas Pertahanan. Jadi pendidikan itu menjadi faktor terpenting kedua setelah variabel kepentingan nasional, jika Indonesia mau maju,” ungkap Hasto.

Berita Terkait
Baca Juga