Perkuat Transformasi Digital, BRIDA Makassar Hadirkan Lima Platform Layanan Riset

Perkuat Transformasi Digital, BRIDA Makassar Hadirkan Lima Platform Layanan Riset

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Makassar terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan ekosistem layanan riset dan inovasi yang terintegrasi.

Langkah ini diwujudkan dengan menghadirkan lima platform digital guna meningkatkan tata kelola riset dan inovasi yang lebih efektif, transparan, dan kolaboratif.

Kelima platform tersebut meliputi SIGAP BRIDA, SIGAP RISET, SIGAP INOVASI, SIGAP INKUBATORMA, serta Open Journal Systems (OJS) BRIDA.

Seluruh layanan dirancang untuk memudahkan akses bagi perangkat daerah, perguruan tinggi, peneliti, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Kepala BRIDA Kota Makassar, Haidil Adha, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan mendasar dalam mewujudkan pemerintahan yang modern dan berbasis data.

“Kami ingin seluruh proses pengelolaan riset dan inovasi di Kota Makassar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Melalui integrasi berbagai layanan dalam satu ekosistem digital, BRIDA berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, akuntabel, dan mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang berbasis bukti (evidence-based policy),” ujar Haidil.

Menurutnya, SIGAP BRIDA menjadi pintu utama yang mengintegrasikan seluruh layanan digital BRIDA.

Melalui platform tersebut, pengguna dapat mengakses berbagai informasi, layanan, serta aplikasi pendukung riset dan inovasi dalam satu sistem yang saling terhubung.

Sementara itu, SIGAP RISET dikembangkan sebagai pusat informasi penelitian daerah yang memfasilitasi dokumentasi, pengelolaan, hingga diseminasi hasil penelitian.

Platform ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan hasil riset sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Adapun SIGAP INOVASI berfungsi sebagai portal pengelolaan inovasi daerah yang mendukung proses pendataan, dokumentasi, pemantauan, hingga pengumpulan bukti dukung inovasi dari seluruh perangkat daerah.

Platform tersebut juga ditujukan untuk memperkuat budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar sekaligus meningkatkan capaian Indeks Inovasi Daerah.

Untuk memperluas kolaborasi, BRIDA menghadirkan SIGAP INKUBATORMA sebagai layanan konsultasi dan inkubasi riset maupun inovasi.

Melalui platform ini, perangkat daerah, akademisi, mahasiswa, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dapat berkonsultasi, memperoleh pendampingan, serta menjadwalkan layanan secara daring.

Selain itu, BRIDA juga mengembangkan Open Journal Systems (OJS) BRIDA sebagai media pengelolaan jurnal ilmiah.

Platform ini menjadi wadah publikasi hasil penelitian dan kajian strategis yang dapat diakses lebih luas oleh kalangan akademisi, peneliti, maupun pembuat kebijakan.

Haidil menegaskan, pengembangan ekosistem digital tersebut bukan sekadar digitalisasi layanan, melainkan menjadi fondasi dalam membangun budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan di Kota Makassar.

“Ekosistem ini kami bangun agar seluruh tahapan, mulai dari lahirnya sebuah ide, proses inkubasi, pelaksanaan penelitian, publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, hingga implementasinya dalam kebijakan daerah, dapat berlangsung secara terintegrasi. Dengan demikian, riset tidak berhenti menjadi dokumen, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi pembangunan Kota Makassar,” katanya.

Ia menambahkan, BRIDA akan terus menyempurnakan berbagai fitur, memperluas integrasi antarplatform, serta memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, media, dan masyarakat melalui pendekatan pentaheliks.

“Harapan kami, ekosistem digital ini mampu menjadi pengungkit lahirnya lebih banyak inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. BRIDA ingin menjadi simpul kolaborasi yang menghubungkan seluruh potensi riset dan inovasi sehingga Makassar semakin adaptif, kompetitif, dan berbasis pengetahuan dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan,” tutup Haidil.

Berita Terkait
Baca Juga