Perkuat Akses Air Bersih, Pemkot Makassar Bangun 65 SPAM Hingga 2027

Perkuat Akses Air Bersih, Pemkot Makassar Bangun 65 SPAM Hingga 2027

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan dan pengembangan 65 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sepanjang 2025 hingga 2027.

Tujuannya untuk memperluas akses air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah utara dan timur kota yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan distribusi PDAM.

Langkah ini penting di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Makassar.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah kota tak hanya mengandalkan penanganan darurat berupa distribusi air bersih melalui mobil tangki tapi mulai memperkuat infrastruktur penyediaan air agar masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Karena itu, Dinas PU Kota Makassar bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui penguatan infrastruktur akses air bersih.

Kepala Dinas PU Makassar Zuhaelsi Zubir mengatakan pembangunan SPAM akan diarahkan ke wilayah pinggiran kota, yaitu kawasan utara dan wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih.

“Kami membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada wilayah-wilayah yang belum terjangkau dan terlayani secara optimal,” kata Elsi, Rabu (16/9).

Ia merincikan sepanjang 2025, Dinas PU telah telah <span;>mengalokasikan anggaran untuk kegiatan SPAM di 23 lokasi.

Lokasi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, perhatian khusus pada kawasan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala dan wilayah Kepulauan Sangkarrang.

Dari 23 lokasi, sebanyak 14 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, empat titik pemeliharaan, dua peningkatan kapasitas, dan tiga perluasan jaringan.

“Sejumlah SPAM yang telah dibangun juga telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin,” ucapnya.

Khusus di wilayah kepulauan, Dinas PU juga menerapkan pendekatan berbeda sesuai kondisi geografis dan sumber air yang tersedia.

Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, pemerintah menyediakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum). Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah air payau menjadi air siap minum sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” beber Elsi.

2026, Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk pembangunan SPAM di 18 lokasi. Yaitu mencakup Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Rinciannya, 10 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, tiga lokasi pemeliharaan, dua peningkatan, dan tiga lokasi perluasan.

Elsi menjelaskan, satu pembangunan SPAM baru rata-rata membutuhkan anggaran sesuai kebutuhan.

Anggaran tersebut mencakup sejumlah komponen utama, seperti pekerjaan pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah (SR).

“Itu terdiri dari pengeboran, reservoir, bangunan lainnya, dan jaringan berupa Sambungan Rumah,” jelasnya.

Kapasitas layanan setiap SPAM juga dirancang untuk mengakomodasi sedikitnya 50 SR.

Bahkan, pada sejumlah lokasi kapasitasnya dapat menjangkau lebih dari 100 SR, tergantung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, Dinas PU juga telah menyiapkan rencana pengembangan SPAM untuk 2027.

Sebanyak 24 lokasi telah disiapkan untuk diusulkan dengan pagu anggaran. Fokus utama diarahkan kembali ke wilayah utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.

Dari rencana tersebut, sebanyak 16 lokasi untuk pembangunan SPAM baru sementara sisanya diarahkan untuk pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan.

“Jika, dihitung berdasarkan pembangunan SPAM baru, terdapat 40 lokasi pembangunan baru yang kita rencanakan dalam rentang 2025 hingga 2027, yakni 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi yang direncanakan pada 2027,” bebernya.

“Jadi, seluruh jenis kegiatan SPAM, pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan, dihitung berdasarkan rincian masing-masing tahun, total lokasi kegiatan mencapai 65 lokasi,” tambah Elsi.

Menurutnya, kawasan kepulauan menjadi salah satu perhatian karena sebagian masyarakat masih bergantung pada sumur dangkal yang debit airnya rentan menurun ketika musim kemarau berlangsung.

Dengan pembangunan SPAM, ia berharap masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap dapat menikmati akses air bersih yang layak dan aman, dinikmati warga.

“Ini perlu, supaya masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap akan menikmati akses air bersih yang layak dan aman,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, dalam pelaksanaannya, penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan.

Pertama, pembangunan SPAM baru di wilayah yang belum memiliki akses air bersih.

Kedua, peningkatan kapasitas SPAM yang telah terbangun, antara lain melalui penambahan debit atau kapasitas sumber air dengan pembangunan sumur bor tambahan.

Ketiga, perluasan layanan dengan menambah jumlah SR pada SPAM yang sudah tersedia.

“Keempat, pemeliharaan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik,” tutupnya.

Zuhaelsi menegaskan, pembangunan SPAM merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan distribusi air secara optimal.

Menurutnya, keberadaan sumur bor, reservoir, jaringan distribusi, dan Sambungan Rumah membuat masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur SPAM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi persoalan kekeringan secara lebih sistematis.

Artinya, penanganan tidak hanya dilakukan ketika krisis air terjadi, tetapi disiapkan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat.

Dinas PU juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur dan jaringan yang telah terbangun untuk memastikan layanan tetap berjalan.

“Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan yang terdistribusi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim kemarau,” tutup Elsi.

Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan dan pengembangan 65 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sepanjang 2025 hingga 2027.

Tujuannya untuk memperluas akses air bersih, terutama bagi masyarakat di wilayah utara dan timur kota yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan distribusi PDAM.

Langkah ini penting di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada sejumlah wilayah di Kota Makassar.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah kota tak hanya mengandalkan penanganan darurat berupa distribusi air bersih melalui mobil tangki tapi mulai memperkuat infrastruktur penyediaan air agar masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Karena itu, Dinas PU Kota Makassar bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui penguatan infrastruktur akses air bersih.

Kepala Dinas PU Makassar Zuhaelsi Zubir mengatakan pembangunan SPAM akan diarahkan ke wilayah pinggiran kota, yaitu kawasan utara dan wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan air bersih.

“Kami membangun SPAM pada wilayah-wilayah yang belum terjangkau dan terlayani secara optimal,” kata Elsi, Rabu (16/9).

Ia merincikan sepanjang 2025, Dinas PU telah telah <span;>mengalokasikan anggaran untuk kegiatan SPAM di 23 lokasi.

Lokasi tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, perhatian khusus pada kawasan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala dan wilayah Kepulauan Sangkarrang.

Dari 23 lokasi, sebanyak 14 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, empat titik pemeliharaan, dua peningkatan kapasitas, dan tiga perluasan jaringan.

“Sejumlah SPAM yang telah dibangun juga telah ditinjau langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin,” ucapnya.

Khusus di wilayah kepulauan, Dinas PU juga menerapkan pendekatan berbeda sesuai kondisi geografis dan sumber air yang tersedia.

Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, pemerintah menyediakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum). Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah air payau menjadi air siap minum sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

“Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum,” beber Elsi.

2026, Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk pembangunan SPAM di 18 lokasi. Yaitu mencakup Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Rinciannya, 10 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, tiga lokasi pemeliharaan, dua peningkatan, dan tiga lokasi perluasan.

Elsi menjelaskan, satu pembangunan SPAM baru rata-rata membutuhkan anggaran sesuai kebutuhan.

Anggaran tersebut mencakup sejumlah komponen utama, seperti pekerjaan pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah (SR).

“Itu terdiri dari pengeboran, reservoir, bangunan lainnya, dan jaringan berupa Sambungan Rumah,” jelasnya.

Kapasitas layanan setiap SPAM juga dirancang untuk mengakomodasi sedikitnya 50 SR.

Bahkan, pada sejumlah lokasi kapasitasnya dapat menjangkau lebih dari 100 SR, tergantung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, Dinas PU juga telah menyiapkan rencana pengembangan SPAM untuk 2027.

Sebanyak 24 lokasi telah disiapkan untuk diusulkan dengan pagu anggaran. Fokus utama diarahkan kembali ke wilayah utara Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah.

Dari rencana tersebut, sebanyak 16 lokasi untuk pembangunan SPAM baru sementara sisanya diarahkan untuk pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan.

“Jika, dihitung berdasarkan pembangunan SPAM baru, terdapat 40 lokasi pembangunan baru yang kita rencanakan dalam rentang 2025 hingga 2027, yakni 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi yang direncanakan pada 2027,” bebernya.

“Jadi, seluruh jenis kegiatan SPAM, pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan, dan perluasan, dihitung berdasarkan rincian masing-masing tahun, total lokasi kegiatan mencapai 65 lokasi,” tambah Elsi.

Menurutnya, kawasan kepulauan menjadi salah satu perhatian karena sebagian masyarakat masih bergantung pada sumur dangkal yang debit airnya rentan menurun ketika musim kemarau berlangsung.

Dengan pembangunan SPAM, ia berharap masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap dapat menikmati akses air bersih yang layak dan aman, dinikmati warga.

“Ini perlu, supaya masyarakat yang belum memperoleh layanan PDAM tetap akan menikmati akses air bersih yang layak dan aman,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, dalam pelaksanaannya, penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan.

Pertama, pembangunan SPAM baru di wilayah yang belum memiliki akses air bersih.

Kedua, peningkatan kapasitas SPAM yang telah terbangun, antara lain melalui penambahan debit atau kapasitas sumber air dengan pembangunan sumur bor tambahan.

Ketiga, perluasan layanan dengan menambah jumlah SR pada SPAM yang sudah tersedia.

“Keempat, pemeliharaan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik,” tutupnya.

Zuhaelsi menegaskan, pembangunan SPAM merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menghadirkan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang belum terlayani jaringan distribusi air secara optimal.

Menurutnya, keberadaan sumur bor, reservoir, jaringan distribusi, dan Sambungan Rumah membuat masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan infrastruktur SPAM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi persoalan kekeringan secara lebih sistematis.

Artinya, penanganan tidak hanya dilakukan ketika krisis air terjadi, tetapi disiapkan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat.

Dinas PU juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur dan jaringan yang telah terbangun untuk memastikan layanan tetap berjalan.

“Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan yang terdistribusi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim kemarau,” tutup Elsi.

Berita Terkait
Baca Juga