Peresmian Gerakan Peduli Tetangga, Pemkot Makassar Bakal Kumpulkan Ribuan RT/RW di GOR Sudiang

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ditunjuk Kementerian Sosial (Kemensos) RI sebagai salah satu daerah percontohan (pilot project) pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di luar Pulau Jawa.
Program prioritas nasional ini dirancang untuk memperluas jangkauan pendataan dan akses pelayanan sosial bagi masyarakat kurang mampu melalui penguatan peran masyarakat dan pengurus RT/RW.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, saat memimpin Rapat Teknis Pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (1/10).
Sekda Makassar Andi Zulkifly didampingi jajaran OPD, seperti Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar Andi Bukti Djufrie, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muh Roem, para camat, serta perwakilan Kemensos RI.
Sekda Kota Makassar Andi Zulkifly menegaskan Pemkot Makassar siap mengawal penuh arahan Menteri Sosial guna menyukseskan agenda skala nasional tersebut.
“Makassar menjadi modal besar di luar Pulau Jawa karena memiliki jumlah RT dan RW yang cukup banyak. Oleh karena itu, Kota Makassar sangat tepat menjadi bagian dari percontohan Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini,” ujar Andi Zulkifly.
Sesuai rencana, puncak peluncuran dan sosialisasi gerakan ini akan diselenggarakan pada hari Minggu mendatang di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar.
Acara puncak ini ditargetkan menghadirkan ribuan RT dan RW se-Kota Makassar.
“Kegiatan ini rencananya dilaksanakan hari Minggu di GOR Sudiang. Salah satu ukuran kesuksesannya adalah partisipasi aktif para ketua RT dan RW. Saya minta para camat mengawal langsung untuk menghadirkan seluruh RT dan RW tanpa terkecuali,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran acara yang melibatkan ribuan peserta tersebut, Andi Zulkifly menginstruksikan pembagian peran secara teknis kepada seluruh dinas terkait.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan diminta mengatur skema pengamanan serta rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi penumpukan kendaraan di kawasan GOR Sudiang.
Sementara itu, Dinas Kesehatan disiagakan untuk menyediakan tim medis dan posko kesehatan di lokasi.
Sektor teknis seperti Bagian Umum dan Bagian Protokol diminta memastikan kesiapan sarana-prasarana, mulai dari panggung utama, sistem tata suara (sound system), hingga alur pendistribusian konsumsi per kelurahan.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) juga diminta mengoptimalkan publikasi media dan siaran langsung (live streaming) agar gaung kegiatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Wiwit Widiansyah, menjelaskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga bertujuan memperluas jangkauan akses program bantuan pemerintah bagi warga yang selama ini belum terdata.
“Gerakan ini bertujuan membuka akses ke masyarakat agar dapat menjangkau program pemerintah. Kita berharap seluruh masyarakat dapat saling peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” jelas Wilid.
“Banyak warga yang membutuhkan bantuan perumahan, kesehatan, dan bantuan sosial lainnya yang belum terserap, sehingga gerakan ini menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pendataan tersebut,” tambahnya.
Melalui sinergi antara Kemensos, Pemkot Makassar, serta para ketua RT/RW sebagai agen di lapangan, gerakan ini diharapkan mampu mengoptimalkan verifikasi data kesejahteraan sosial secara tepat sasaran di seluruh wilayah Kota Makassar.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan pemerintah kota tengah memastikan pembagian tugas dan dukungan teknis agar pelaksanaan gerakan tersebut dapat berjalan optimal.
“Kami di pemerintah kota ingin memastikan apa tugas kami, sehingga jelas pembagiannya. Karena waktunya sudah tidak banyak, besok kami rencanakan bersama untuk meninjau lokasi dan melihat langsung kondisi di lapangan,” kata Andi Bukti.
Ia menjelaskan, Pemkot Makassar telah melakukan persiapan awal, termasuk pendataan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga.
“Kalau di pemerintah kota, kami menyiapkan prasyarat kegiatan. Misalnya, kami menyiapkan konsumsi, sistem, kemudian memastikan peserta yang terlibat, termasuk seluruh camat dan unsur terkait,” ujar Andi Bukti Djufrie.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar membutuhkan dukungan lintas OPD.
Pemkot Makassar juga akan menyiapkan jaringan kesehatan untuk mengantisipasi kondisi yang membutuhkan penanganan medis.
“Kita berbicara tentang jumlah peserta yang sangat besar, kurang lebih 7.000 orang. Karena itu, kami menyiapkan jaringan kesehatan untuk mengantisipasi apabila terjadi sesuatu di lapangan,” katanya.
Selain dukungan kesehatan, Pemkot Makassar akan melibatkan Satpol PP untuk membantu pengamanan dan pengaturan kegiatan, termasuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas menuju lokasi.
“Satpol PP juga kami siapkan untuk mengawal seluruh kegiatan. Termasuk mengantisipasi persoalan lalu lintas, terutama di jalur menuju lokasi kegiatan,” jelasnya.
Andi Bukti–sapaan akrabnya–juga menyebutkan adanya informasi terkait dukungan dari Kementerian Sosial (Kemensos), termasuk rencana pemberian bantuan atau dukungan bagi RT/RW yang terlibat dalam gerakan tersebut.
“Informasi dari Kemensos, kalau saya tidak salah, ada transfer untuk RT/RW. Waktu itu dalam komunikasi dengan Pak Menteri, Pak Sekda, dan Pak Wali Kota, disampaikan seperti itu. Ini yang perlu kita pastikan mekanisme distribusinya,” ungkapnya.
Ia menilai mekanisme distribusi perlu dibahas sejak awal agar bantuan maupun konsumsi dapat diberikan secara terkoordinasi dan tercatat dengan baik.
“Apakah distribusinya diberikan setelah acara atau sebelumnya, ini yang harus kita koordinasikan. Kami juga akan meminta pendataan melalui masing-masing kecamatan untuk memastikan distribusinya tepat,” katanya.
Untuk konsumsi peserta, Andi Bukti mengatakan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Makassar akan turut menyiapkan skema distribusi makanan dan minuman dengan mengacu pada daftar hadir peserta.
Ia menambahkan, Pemkot Makassar bersama pihak terkait akan melakukan peninjauan lokasi sebelum kegiatan utama dilaksanakan.
Peninjauan tersebut penting untuk memastikan kesiapan lapangan, termasuk akses dan kebutuhan teknis lainnya.
“Besok kami bersama Bagian Umum akan melakukan peninjauan lokasi. Kami juga meminta teman-teman media sosial untuk bisa bersama-sama melihat kondisi di lapangan,” tuturnya.
Andi Bukti berharap seluruh persiapan teknis dapat segera dirampungkan, termasuk memastikan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan, apakah berupa peluncuran maupun deklarasi Gerakan Nasional Peduli Tetangga.
“Intinya, kita harus memastikan semua persiapan. Bentuknya nanti launching (peresmian). Yang paling penting sekarang adalah memastikan mekanisme pelaksanaan dan pendistribusiannya,” pungkasnya. (*)