Pemkot-Baznas Makassar Kaji Blueprint GIM dan Optimalisasi ZIS ASN

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly menerima kunjungan Komisioner Baznas Makassar dalam rapat koordinasi di Ruang Kerja Sekda, Balai Kota Makassar, Rabu (28/10).
Pertemuan ini membahas Laporan Transparansi dan Dampak Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dedikasi Aparatur Sipil Negara (ASN) periode Juli–Oktober 2026 dari BAZNAS Kota Makassar.
Sekda Makassar, Andi Zulkifly didampingi jajaran pejabat terkait, antara lain Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kepala Bagian Organisasi, Kepala Bagian Umum, serta perwakilan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar.
Selain menerima laporan ZIS, pertemuan tersebut mengagendakan pembahasan blueprint operasional Gerakan Infak Makassar (GIM) serta rencana pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Balai Kota Makassar.
Langkah ini diproyeksikan sebagai skema inovasi untuk mengoptimalkan potensi zakat, khususnya di lingkungan aparatur pemerintah.
Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menyambut baik paparan dan laporan transparansi yang disampaikan jajaran BAZNAS.
Ia menegaskan komitmen Pemkot Makassar untuk terus berkolaborasi dan menjadi fasilitator utama dalam mengoptimalkan pengumpulan serta penyaluran ZIS.
“Pertemuan hari ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi dalam mendukung program-program BAZNAS, khususnya di Kota Makassar. Kami di Pemerintah Kota siap berkolaborasi dan mendukung penuh penguatan kinerja BAZNAS,” ujar Andi Zulkifly.
Menanggapi laporan penerimaan zakat ASN, Andi Zulkifly menekankan pentingnya intervensi dan inovasi dalam peningkatan dan optimalisasi ZIS.
”Potensi dari TPP ASN ini sangat besar, bahkan nilainya sering kali melebihi gaji pokok. ASN yang memiliki pendapatan di atas nisab sudah kewajiban untuk menunaikan zakat. Oleh karena itu, kita perlu melakukan sosialisasi dan mengkaji skema otorisasi pemotongan ZIS tidak hanya dari gaji, tetapi juga melalui TPP,” katanya.
Terkait usulan blueprint operasional Gerakan Infak Makassar atau GIM yang ditargetkan meluncur pada momentum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar, Pemkot Makassar membentuk tim khusus yang dikoordinasikan oleh Bagian Kesra bersama BKPSDMD, Bagian Organisasi, dan Bagian Umum.
Tim ini diberi waktu satu minggu untuk mencermati regulasi, kesiapan teknis, serta keselarasan program dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Mengenai blueprint operasional Gerakan Infak Makassar dari BAZNAS, kami harus mengkaji dan mencermatinya terlebih dahulu bersama tim teknis Pemkot. Pengkajian ini penting agar skema yang dijalankan nantinya benar-benar sesuai dengan regulasi, tidak memberatkan, serta memiliki pertanggungjawaban yang jelas,” jelasnya.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menambahkan, pembentukan UPZ di Balai Kota Makassar juga akan diakselerasi untuk memudahkan pegawai Pemkot Makassar menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya secara langsung dan terintegrasi.
Melalui sinergi ini, Pemkot Makassar berharap partisipasi ASN dalam menyalurkan ZIS dapat meningkat secara signifikan, sehingga dampak kemanfaatannya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Makassar.
“Kita dorong ZIS ASN bisa optimal sehingga harapannya ada manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.
Terpisah, Kepala Bagian Kesra Setda Makassar Moh Syarief mengatakan rapat koordinasi bersama Baznas Makassar merupakan agenda laporan kinerja mengenai ZIS ASN.
“Nah tadi kami bersama Pak Sekda membahas laporan ZIS ASN. Nanti kedepannya, kita akan rapat bersama mereka (SKPD) untuk melihat bagaimana optimalisasi ZIS ASN di sana,” jelasnya. (*)