Pembangunan Jembatan Kaccia Capai 20%, Pemkot Makassar Targetkan Rampung 100 Hari

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pembangunan Jembatan Kaccia di Kampung Ujung Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mulai dikebut.
Hingga Rabu 19 Agustus 2026, progres pembangunan jembatan tersebut telah mendekati 20%.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Kaccia.
Ia mengatakan pembangunan jembatan menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk membuka akses warga yang selama ini terkendala akibat kondisi jembatan lama yang telah lapuk.
“Pembangunan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka isolasi warga yang selama ini kesulitan akses akibat jalan atau sungai yang memutus mobilitas harian,” ujar Munafri.
Menurut Munafri, pembangunan Jembatan Kaccia tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur penghubung antarwilayah, tetapi juga menyangkut akses masyarakat terhadap pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.
Apalagi, terdapat sekolah di sekitar kawasan tersebut yang membuat keberadaan jembatan menjadi akses penting bagi aktivitas warga.
“Apalagi ada sekolah dekat di sini. Ini satu-satunya akses jalan. Sehingga perlu dibenahi jembatan agar bisa dilalui kendaraan, karena selama ini hanya digunakan pejalan kaki. Tidak bisa dilewati kendaraan,” tuturnya.
Munafri menargetkan pembangunan jembatan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 100 hari. Dengan progres yang telah mendekati 20 persen, pekerjaan di lapangan akan terus dipercepat.
“Progresnya itu sudah mau menuju 20 persen. Artinya, itu akan selesai dalam perhitungan kurang dari 100 hari. 100 hari lah ya, jembatannya kita,” katanya.
Jembatan Kaccia memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 2,3 meter.
Pembangunan dilaksanakan mulai 23 Juli hingga 19 November 2026 menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok Tahun Anggaran 2026.
Munafri mengatakan pembangunan jembatan secara permanen dilakukan untuk memberikan akses yang lebih aman bagi masyarakat.
Sebelumnya, jembatan tersebut telah mengalami kerusakan dan tidak mendapat perbaikan selama puluhan tahun.
Kondisi tersebut turut menghambat aktivitas warga, termasuk anak-anak yang menggunakan akses tersebut untuk bersekolah maupun mengaji pada malam hari.
“Kehadiran kami memastikan bahwa akses yang dimiliki masyarakat itu bisa dilewati kapan saja. Karena yang parah itu di situ, anak-anak pergi mengaji malam, gelap, lubang-lubang, dan itu sudah puluhan tahun tidak diperbaiki,” ungkapnya.
Ia mengatakan kondisi jembatan lama juga menjadi perhatian pemerintah setelah sebelumnya melihat langsung akses warga yang terganggu.
“Tahun sebelumnya, ini jembatan yang pernah kami datang lihat bahwa akses anak-anak pergi sekolah, aktivitas masyarakat sangat terganggu,” katanya.
Karena itu, Pemkot Makassar memutuskan membangun jembatan dengan konstruksi permanen agar akses masyarakat tidak lagi bergantung pada kondisi jembatan lama.
“Makanya dibuat satu jembatan yang permanen yang tidak akan terganggu lagi dengan keadaan apa, dengan jembatan beton,” lanjut Munafri.
Selain jembatan, pemerintah juga akan melakukan perencanaan terhadap jalan yang menjadi akses menuju Jembatan Kaccia.
Menurut Munafri, kondisi jalan perlu mendapat perhatian agar konektivitas kawasan dapat berfungsi secara optimal.
“Tahun ini, kita coba membuat perencanaan bagaimana juga dengan jalannya, karena jalannya sudah cepat rusak juga,” ujarnya.
Munafri menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan hadirnya Jembatan Kaccia secara permanen, Pemkot Makassar berharap mobilitas warga Barombong menjadi lebih aman dan lancar, sekaligus mendukung akses pendidikan, aktivitas ekonomi, dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas antarwilayah permukiman dan mengurangi keterisolasian warga akibat keterbatasan infrastruktur dasar. (*)