Pantau Harga Pangan di Pasar Terong Makassar, Mendag Sebut Terlalu Murah!

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut harga pangan di Kota Makassar stabil dan terlampau murah.
Hal itu ia sampaikan usai memantau harga pangan di Pasar Terong Makassar bersama Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto.
Selama kurang lebih 20 menit, Mendag Zulkifli Hasan mendatangi pedagang beras, minyak goreng, dan telur ayam. Mulai pukul 08.20 sampai 08.40 wita.
“Terlalu murah. Telur tadi kalau di-kilo-kan Rp26 ribu sekilo, cabai Rp25 ribu, bawang Rp35 ribu. Jadi kita syukur sebelum dan setelah lebaran harga sembako stabil,” kata Mendag Zulkifli, Rabu (4/5).
Selain harga komoditas pangan yang murah, perihal stok dan persediaan juga lebih dari cukup.
Adapun harga beras masih merupakan harga standar. Pun, minyak goreng harganya juga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dia mengaku, sebelumnya sudah mengunjungi beberapa lokasi di Indonesia Timur. Seperti di Jayapura dan Sorong situasinya sama, bahkan cenderung turun.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyampaikan ada dua hal utama dalam pemantauan komoditas bahan pokok ini.
Yakni stabilnya harga dan inflasi yang mampu ditekan.
Hal itu, kata Danny Pomanto disebabkan intervensi yang dilakukan Dinas Perdagangan juga PD Pasar.
Dari situ, secara tidak langsung menekan angka inflasi.
Bahkan kata Danny Pomanto, Program Operasi Pasar menjelang lebaran itu menetapkan setengah harga saja, jadi berdampak sekali.
“Biasanya kita 10 sampai 25%, ini sampai 50% memang kita cut,” kata Danny Pomanto usai menemani Mendag Zulkifli.
Hari ini, pihaknya membuktikan dengan mencatat harga beras dan minyak goreng yang standar. sedangkan harga cabai turun.
“Dulu Pak Jokowi ke sini harga cabai Rp45 ribu per kilogram, sekarang Rp25 ribu per kilogram, artinya ada penurunan drastis,” terang Danny.
Begitu pula angka inflasi. Bulan lalu tercatat 5,99% sementara tahun ini 4,87%. Itu berarti ada penurunan.
“Artinya pengendalian inflasi yang dilakukan teman-teman baik Disdag Provinsi maupun Kota berhasil. Terutama Operasi Pasar oleh Disdag Makassar,” ujarnya.
Jadi kesimpulannya harga-harga pangan terkendali.
Termasuk upaya monitoring harian; pagi-sore oleh Disdag dan PD Pasar, lalu tindakan Operasi Pasar yang tepat sasaran menjadi kunci pengendalian harga dan inflasi.
“Insya Allah kita targetkan inflasi sekitar 3%, kalau sudah di bawah 4%, itu maka dapat terkendali secara utuh,” tutupnya.