Munafri Lantik 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Garda Terdepan Layanan Kesehatan

Munafri Lantik 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Garda Terdepan Layanan Kesehatan

MAKASSAR, KATABERITA.CO — Pemerintah Kota Makassar resmi mengukuhkan dan mengambil sumpah/janji 47 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas lingkup Dinas Kesehatan Kota Makassar, Rabu (17/6).

Pengukuhan yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat.

Pelantikan ini menandai hadirnya kembali kepemimpinan definitif di seluruh puskesmas setelah selama beberapa tahun posisi tersebut diisi oleh pelaksana tugas (Plt) akibat perubahan nomenklatur dan penyesuaian regulasi jabatan di lingkungan pemerintahan.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa kepala puskesmas memegang peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

“Kepala Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Munafri, pengukuhan kepala puskesmas definitif kali ini memiliki arti penting karena terakhir kali pelantikan definitif dilakukan pada tahun 2019.

Setelah itu, proses pengisian jabatan harus menyesuaikan berbagai perubahan regulasi yang berlaku.

“Pelantikan kepala puskesmas definitif kali ini memiliki arti yang sangat penting karena terakhir kali pengukuhan definitif dilakukan pada tahun 2019,” jelas Appi.

Ia menjelaskan, proses penetapan kepala puskesmas yang dikukuhkan hari ini dilakukan melalui tahapan yang panjang dan selektif.

Pemerintah Kota Makassar bersama perangkat daerah terkait melaksanakan verifikasi administrasi, penilaian kompetensi, uji kompetensi, wawancara, hingga penilaian rekam jejak dan integritas.

“Dengan proses yang panjang dan selektif ini, kami berharap yang terpilih benar-benar ASN yang memiliki kompetensi manajerial, kemampuan teknis, serta kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin puskesmas,” terangnya.

Munafri menekankan bahwa fungsi puskesmas tidak hanya sebatas pelayanan kuratif atau pengobatan.

Lebih dari itu, puskesmas menjadi ujung tombak dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah berbagai penyakit di tingkat wilayah.

Karena itu, menurutnya, dibutuhkan pemimpin yang profesional, berintegritas, dan mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kepastian kepemimpinan ini sangat penting agar pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat dapat berjalan semakin optimal, terukur, dan berkelanjutan,” kata Munafri.

Ia juga menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan Kota Makassar selain pendidikan.

Karena itu, kepala puskesmas yang definitif diharapkan mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

“Makanya sangat penting menempatkan orang-orang yang kompeten pada posisi ini,” tuturnya.

Munafri meminta seluruh kepala puskesmas memaksimalkan fungsi puskesmas, terutama dalam upaya pencegahan penyakit serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah, seperti percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, serta peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Ia juga mengingatkan para kepala puskesmas agar aktif mengenali persoalan kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat dan mampu menghadirkan solusi yang cepat serta tepat sasaran.

“Karena itu dibutuhkan respons yang cepat dan pelayanan yang baik mulai dari kepala puskesmas hingga seluruh perangkatnya,” jelasnya.

“Ini bukan tugas biasa karena menyangkut kesehatan dan nyawa masyarakat,” sambung Appi.

Menurut Munafri, puskesmas bukan sekadar kantor pelayanan yang dapat ditinggalkan kapan saja, melainkan bagian penting dari pembangunan kesehatan masyarakat yang membutuhkan komitmen dan kepedulian tinggi dari seluruh jajaran.

“Dibutuhkan komitmen, integritas, dan kepedulian yang tinggi dari seluruh jajaran puskesmas,” tutupnya.

Berita Terkait
Baca Juga