Makassar Tuntaskan Pembentukan 153 Koperasi Merah Putih

Makassar Tuntaskan Pembentukan 153 Koperasi Merah Putih

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar mencetak sejarah baru dengan menuntaskan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh 153 kelurahan hanya dalam waktu enam hari.

Langkah cepat ini dipimpin langsung oleh Dinas Koperasi dan UKM sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi warga berbasis komunitas lokal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan sosialisasi dan musyawarah kelurahan (Muskel) telah selesai. Dari total 153 koperasi, sebanyak 149 koperasi kini dalam proses legalisasi akta di hadapan notaris.

“Proses ini luar biasa cepat. Sebanyak 149 koperasi sudah kami serahkan ke notaris, dan seluruh biaya pembentukan ditanggung oleh Pemkot,” ujar Rheza, Rabu (28/5/2025).

Sementara itu, empat koperasi lainnya masih dalam penyelesaian teknis administrasi, namun dipastikan segera menyusul.

Rheza menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar formalitas, melainkan murni digerakkan oleh warga. Seluruh struktur pengurus dipilih melalui musyawarah kelurahan, tanpa campur tangan lurah sebagai pimpinan rapat.

“Semua pengurus harus warga setempat. Lurah hanya bertindak sebagai pemantau. Tidak boleh ada ASN atau pegawai kelurahan masuk dalam struktur inti,” tegasnya.

Struktur pengurus koperasi mencakup lima posisi inti: Ketua, Wakil Ketua Bidang Usaha, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan, Sekretaris, dan Bendahara. Sementara Dewan Pengawas terdiri dari dua warga dan dipimpin lurah secara ex-officio. Rheza juga menekankan pentingnya keterwakilan perempuan dalam kepengurusan sebagai syarat mutlak.

Terkait bantuan dana dari pemerintah pusat, Rheza menyebut pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi. Namun, ia optimistis karena Koperasi Merah Putih sudah memenuhi persyaratan administratif yang menjadi dasar pengajuan bantuan.

“Pernyataan Menko Pangan menyebutkan bahwa proposal koperasi akan jadi dasar penyaluran bantuan. Kami siap, tinggal tunggu juknis,” ujarnya.

Koperasi Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai wadah simpan pinjam, tapi juga sebagai agen distribusi kebutuhan pokok, toko pangan murah, apotek rakyat, hingga pelaksana program strategis seperti Makassar Butuh Gas (MBG).

“Banyak warga tertarik karena koperasi ini bisa menjalankan program MBG. Ini potensi ekonomi nyata,” kata Rheza.

Dengan terbentuknya koperasi di seluruh kelurahan, Pemkot Makassar berharap akan lahir ekosistem ekonomi baru yang inklusif, berbasis komunitas, dan mampu memperkuat ketahanan ekonomi di tengah kota.

“Ini bukan hanya soal koperasi. Ini tentang menciptakan masa depan ekonomi Makassar yang lebih mandiri dan berbasis warga,” pungkas Rheza. (Jie_e)

Berita Terkait
Baca Juga