Makassar Segera Miliki Destinasi Kota Tua, Disbud Siapkan Koridor Budaya 1.300 Meter

Makassar Segera Miliki Destinasi Kota Tua, Disbud Siapkan Koridor Budaya 1.300 Meter

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan tengah menyiapkan pengembangan destinasi wisata baru bertema ‘Kota Tua Makassar’.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud), Andi Herfida Attas, dalam Rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di DPRD Kota Makassar, Senin (19/5/2025).

Herfida menyampaikan bahwa selama ini aktivitas kebudayaan di Makassar cukup intens, bahkan destinasi kebudayaan yang dikelola Dinas Kebudayaan telah mencatat kunjungan lebih dari 59.000 orang per tahun, sebagian besar dari kalangan pelajar.

“Hampir seluruh anak sekolah di Makassar sudah pernah mengikuti kegiatan edukasi budaya bersama kami. Namun, kalau bicara soal wisatawan luar yang datang ke Makassar, belum banyak yang tahu harus mengunjungi apa selain kuliner,” ungkapnya, Senin (19/5/2025).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Kebudayaan merancang pengembangan destinasi baru berupa kawasan Kota Tua. Konsep ini bukan hal baru, namun kini telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar dan siap dieksekusi pada tahun ini.

“Destinasi Kota Tua rencananya akan kami tampilkan bertepatan dengan peringatan Hari Kebudayaan Kota Makassar yang semula direncanakan bulan April, tetapi diundur ke Agustus karena libur panjang. Tujuannya agar persiapan lebih matang,” jelas Herfida.

Herfida memaparkan bahwa destinasi ini akan berbentuk koridor budaya sepanjang 1.300 meter, dimulai dari depan Museum Kota Makassar.

Rute ini akan melintasi sejumlah titik bersejarah dan strategis, seperti Kantor Wali Kota, Gedung RRI, kawasan pantai, hingga masuk ke Benteng Rotterdam, lalu berakhir di Jalan WR Supratman yang dikenal dengan jajanan kuliner tradisionalnya.

“Kawasan ini akan menjadi tempat ekspresi budaya, ruang latihan seni, dan bisa dikolaborasikan dengan Asosiasi Perjalanan Wisata (ASITA) melalui Dinas Pariwisata agar menjadi paket kunjungan budaya bagi wisatawan,” ujarnya.

Tak hanya menyajikan lanskap sejarah, koridor ini juga akan dikembangkan sebagai taman budaya. Di sini, akan tersedia ruang terbuka untuk latihan seni, pertunjukan budaya, hingga ajang kolaborasi komunitas lokal.

“Inilah upaya kami menjawab tantangan agar Makassar punya daya tarik budaya. Selama ini, wisatawan cuma mengenal Makassar dari kulinernya. Kami ingin tawarkan lebih dari itu sebuah pengalaman budaya yang hidup dan autentik,” tutup Herfida.

Dengan rencana ini, Pemkot Makassar berharap mampu menciptakan magnet baru pariwisata berbasis budaya yang memperkaya identitas kota dan meningkatkan kunjungan wisatawan. (Jie_e)

Berita Terkait
Baca Juga