Makassar Ikuti 45 Cabor di Porprov Sulsel XVIII

MAKASSAR, KATABERITA.CO – Persiapan kontingen Kota Makassar yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII di Kabupaten Bone dan Wajo pada November 2026 terus dimatangkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, selaku Ketua Kontingen Makassar mengatakan seluruh persiapan diarahkan untuk mempertahankan gelar juara yang telah diraih Makassar pada Porprov sebelumnya.
Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin agar kontingen Makassar tampil maksimal dan mempertahankan prestasi sebagai juara.
“Pak Wali Kota sudah menyampaikan bahwa kita harus mempertahankan gelar juara. Karena itu, seluruh persiapan harus dimaksimalkan, mulai dari kesiapan atlet, pelatih, hingga kebutuhan kontingen. Kita berharap target tersebut bisa diwujudkan dengan kerja sama dan semangat seluruh atlet Makassar,” kata Andi Zulkifly.
Sementara, Ketua KONI Makassar, Ismail, mengatakan persiapan atlet dan cabang olahraga (cabor) terus dipantau melalui monitoring dan evaluasi (monev).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan kontingen sekaligus mengejar peningkatan perolehan medali dibandingkan Porprov sebelumnya.
“Alhamdulillah, dengan support Pemerintah Kota Makassar, kita sudah melaksanakan monev. Ini untuk memastikan perolehan medali itu lebih dari apa yang kita dapatkan sebelumnya,” kata Ismail.
Ia menyebut kesiapan atlet saat ini telah mendekati 100 persen. Selain monev, pencairan anggaran training camp (TC) menjadi salah satu faktor yang mendukung kesiapan atlet menjelang pertandingan.
“Sudah hampir 100 persen siap. Dengan adanya teman-teman turun monev dan pencairan dana TC kemarin, insyaallah mereka sudah siap,” ujarnya.
Pada Porprov Sulsel XVIII, kontingen Makassar akan mengikuti 45 cabor.
Dari jumlah tersebut, KONI Makassar telah memetakan sekitar 10 cabor unggulan yang dinilai berpotensi menyumbangkan medali emas.
Atletik dan renang menjadi dua cabor yang selama ini menjadi andalan Makassar dalam perolehan medali.
Meski demikian, KONI juga berharap cabor lainnya mampu memberikan kejutan pada pelaksanaan Porprov tahun ini.
“Memang kita ada 10 cabor unggulan itu, tapi insyaallah cabor yang lain kita maksimalkan supaya bisa mendapatkan juga emas,” kata Ismail.
Menurutnya, sejumlah cabor yang baru dipertandingkan juga memiliki peluang untuk menyumbangkan medali. Salah satunya pentanque.
“Kalau Porprov ini biasanya atletik, renang masih itu yang mendominasi. Tapi insyaallah ada cabor-cabor baru yang masuk. Itu yang akan mendapatkan medali, seperti pentanque yang baru masuk,” jelasnya.
Di sisi lain, aspek perlindungan dan kesejahteraan atlet juga menjadi perhatian dalam persiapan kontingen.
Pemkot Makassar bersama KONI memberikan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet yang menjalani pemusatan latihan hingga bertanding di Porprov.
“Support pertama kita itu memberikan jaminan bagi mereka, memberikan BPJS Ketenagakerjaan. Mereka berlatih di TC kemarin, sambil di Porprov diberikan,” ungkap Ismail.
Selain perlindungan, Pemkot Makassar juga menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi.
Ismail mengatakan skema pemberian bonus tersebut telah dibicarakan bersama pemerintah kota, meski besaran bonus belum diumumkan.
“Yang berprestasi nanti akan diberikan bonus oleh Pemerintah Kota. Ada, insyaallah,” katanya.
Terkait cabor baru maupun eksibisi, Ismail mengatakan jumlahnya masih dalam proses finalisasi oleh KONI Provinsi Sulawesi Selatan.
Informasi sementara menyebut terdapat sekitar tujuh hingga delapan cabor eksibisi.
KONI Makassar masih menunggu hasil finalisasi dari KONI Sulsel, termasuk terkait jumlah cabor dan atlet yang akan bertanding.
“Dengan persiapan yang kita matangkan, kami berharap seluruh atlet dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi sebanyak-banyaknya untuk Kota Makassar pada Porprov Sulsel XVIII 2026,” tutup Ismail.