Lima Inisiatif Smart City Makassar Dipresentasikan di Forum ASCN 2026, Lontara+ Jadi Pilar Integrasi Layanan Publik

BANYUWANGI, KATABERITA.CO – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mempresentasikan lima inisiatif utama Smart City Kota Makassar dalam The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026 di Banyuwangi, Senin (20/7).
Dalam forum yang dihadiri perwakilan negara-negara ASEAN, kota anggota ASCN, dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tersebut, Aliyah didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar, Muh Roem.
Pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Aliyah menjelaskan transformasi Smart City Makassar yang kini berfokus pada lima inisiatif strategis.
Yaitu Lontara+ Super App, Makassar Creative Hub, Makassar Incubator Center, City Security Surveillance and Command Center, serta Stadion Internasional.
Kelima program tersebut menjadi fondasi pembangunan kota cerdas yang mengintegrasikan layanan pemerintahan, inovasi, ekonomi kreatif, keamanan publik, dan pengembangan infrastruktur perkotaan.
“Lima inisiatif ini kami rancang untuk membangun ekosistem Smart City yang saling terhubung sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, dan terintegrasi,” kata Aliyah.
Ia menjelaskan, Lontara+ Super App menjadi tulang punggung transformasi digital Kota Makassar.
Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu aplikasi, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha, perpajakan, profil warga, layanan kesehatan, penanggulangan bencana, transportasi cerdas, pariwisata, hingga layanan hukum.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, Lontara+ telah mencatat lebih dari 4,3 juta akses layanan dan menyelesaikan lebih dari 20 ribu pengaduan masyarakat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus memperkuat infrastruktur digital serta meningkatkan kualitas pelayanan agar seluruh layanan publik dapat terintegrasi secara bertahap dalam platform tersebut.
Selain digitalisasi layanan, Makassar juga mengembangkan Makassar Creative Hub sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan investor untuk mendorong lahirnya inovasi dan ekonomi kreatif.
Di sisi lain, Makassar Incubator Center hadir untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui program inkubasi bisnis, pendampingan, sertifikasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada sektor keamanan, Pemkot Makassar mengembangkan City Security Surveillance and Command Center yang mengintegrasikan layanan darurat 112, pemantauan CCTV, serta koordinasi lintas perangkat daerah secara real time.
Ke depan, sistem tersebut akan diperkuat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk analisis prediktif, deteksi insiden lebih cepat, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, pembangunan Stadion Internasional diproyeksikan tidak hanya menjadi fasilitas olahraga berstandar internasional, tetapi juga kawasan multifungsi yang mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional sebagai bagian dari pengembangan kota modern.
Dalam paparannya, Aliyah juga menyampaikan bahwa transformasi Smart City Makassar berawal dari keberhasilan implementasi program Smart Health Care pada periode 2023–2025.
Program tersebut meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan telemedicine, penanganan kondisi darurat, dan layanan kesehatan digital yang kini diintegrasikan ke dalam Lontara+.
“Transformasi Smart City bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi memastikan setiap inovasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh layanan publik kami arahkan terintegrasi melalui Lontara+,” ujarnya.
Aliyah menegaskan, pengembangan Smart City membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Melalui jaringan ASEAN Smart Cities Network, Makassar membuka peluang kerja sama dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), big data, Internet of Things (IoT), digital twin, teknologi hijau, keamanan siber, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan antarkota.
“Melalui kolaborasi di ASEAN Smart Cities Network, kami ingin terus belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kemitraan untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang semakin cerdas, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan,” tutupnya.
The 9th ASCN Annual Meeting 2026 berlangsung pada 20–21 Juli 2026 di Banyuwangi.
Forum ini menjadi ajang berbagi praktik terbaik (best practice), memperkuat jejaring antarkota anggota ASCN, serta mendorong percepatan implementasi inovasi kota cerdas di kawasan ASEAN.